Kisah Sukses: Dulu Susah Sekarang Jadi Miliuner (2)

Kisah Sukses: Dulu Susah Sekarang Jadi Miliuner (2)

- detikFinance
Rabu, 02 Jul 2014 12:10 WIB
Kisah Sukses: Dulu Susah Sekarang Jadi Miliuner (2)
Jakarta - Menjadi miliuner tidak semudah membalikkan telapak tangan memang. Butuh usaha yang sangat keras untuk mencapainya. Bahkan tak jarang mereka yang kini menjadi orang super kaya harus mengalami masa-masa sulit, terpuruk, hingga bangkrut!

Meski bangkrut, keuletan, dan jiwa pantang menyerah yang dimiliki, membuat mereka mampu bangkit, dari bangkrut mereka bermetamorfosis dan menjadi miliuner.

Dikutip dari CNN Money, Rabu (2/1/2014), ada sejumlah orang yang awalnya bangkrut atau tak punya apa-apa kini menjadi kaya raya. Berikut daftar bagian keduanya.

6. Howard Schultz

CEO dari Starbucks ini dulu hidup di perumahan di Brooklyn, New York dengan orang tua juga saudara-saudaranya. Ibunya, yang tak lulus SMA memaksa anak-anaknya untuk percaya diri agar sukses.

Sedangkan ayahnya yang seorang supir truk, mendorong anak-anaknya untuk mencintai olahraga. Setelah mendapatkan beasiswa sepakbola ke Northern Michigan University, Schultz menjadi orang pertama di keluarganya yang kuliah.

"Saya sadar kalau saya bukan pemain sepakbola yang hebat. Akhirnya saya tak bermain sepakbola lagi," kata Schultz dalam bukunya.

Pada akhirnya dia bekerja di Starbukcs sebagai direktur pemasaran pada 1980, lalu naik oangkat dan akhirnya menjadi Direktur Utama. Di bawah kepemimpinannya, jaringan kedai kopi ini semakin menjamur, jadi yang terbesar di dunia, dengan 5.500 kedai di 50 negara, dan masih terus bertambah.

7. George Soros

Soros selamat dari kependudukan Nazi dari negaranya di Hungaria selama Perang Dunia II. Dia akhirnya pindah ke Inggris di 1947.

Dia belajar di London School of Economics sambil bekerja, demi membayar uang sekolahnya. Pekerjaan yang ia jalani selama masa itu seperti pencuci piring dan tukang cat rumah. Sambil menunggu meja dengan piring-piring kotornya, dia diberitahu kalau bekerja keras, dia bisa menjadi asisten kepala pelayan, menurut biografi Soros oleh Michael T Kaufman.

Soros tidak lama-lama menjadi pelayan. Dia menjadi pengelola keuangan, dan di tahun 1992 dia menghasilkan miliaran dolar sekali saat dia bertaruh melawan mata uang Inggris, poundsterling dalam sehari yang dikenal dengan sebutan Black Wednesday. Sekarang, dia menjadi warga negara Amerika Serikat, memiliki miliaran dolar dan dengan dermawan mendonasikannya ke beberapa hal.

8. Oprah Winfrey

Siapa tak kenal bintang media ini. Namun pasti sedikit yang tahu bagaimana kehidupan Oprah Winfrey sebelum sukses seperti sekarang.

Winfrey lahir di tahun 1954 seorang ibu tunggal yang miskin tinggal di pedesaan Mississippi. Awal-awal hidupnya sangat berat, dia mendapat banyak rintangan dan cobaan, termasuk kekerasan seksual dan kehamilan di umur 14 tahun. Bayinya, yang prematur kala itu tak terselamatkan.

Intelijensi dan ketrampilan berkomunikasi Winfrey terus bersinar. Dia memulai menjadi penyiar radio semasa remaja, dan mulai punya program televisi sendiri di umur 32. Dia menjadi pembawa acara Oprah Winfrey Show selama 25 tahun. Dia lalu menjadi CEO dari jaringan yang diberi nama dirinya, Oprah Winfrey Network yang tersedia di 80 juta rumah.

9. Larry Ellison

Pria yang drop out dari sekolah ini adalah pendiri Oracle, dan kini ia termasuk salah satu orang terkaya sejagad.

Dia dilahirkan dari single mother yang tak mampu merawatnya. Akhirnya dia diadopsi sanak saudaranya saat masih kecil dan pindah ke selatan Chicago.

Ayah angkatnya, adalah imigram Rusia yang juga miskin. Setelah ibu angkatnya meninggal, Ellison dikeluarkan dari tempat di mana ia kuliah dan pergi ke California, berpindah kerja dari satu tempat ke tempat lain.

Dia mengatakan bahwa dia "punya semua ketidakberuntungan yang jadi alasan untuk sukses" dan akhirnya dia mendirikan Oracle di 1977.

10. Jeff Bezos

Di musim panas, Bezos pernah bekerja di Mcdonalds saat dia remaja. Tahun berikutnya, dia merambah kewirausahaan dan memulai kemah musim panas untuk anak-anak yang ingin belajar mengenai sains. Dia memasang tarif US$ 600 per orang. Ada 6 orang yang mendaftar.

Dia kini seorang miliuner lewat perusahaannya Amazon. Dia menjadi buruh dan pekerja keras saat dia masih kecil. Bekerja di peternakan kakeknya, memberi vaksin pada ternak, memasang pipa, sampai memperbaiki kincir angin, menurut wawancara Seattle Times.
Halaman 2 dari 6
(zul/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads