Para Bos Wanita Perusahaan Terbesar Dunia, Ada Dari Indonesia Lho

Para Bos Wanita Perusahaan Terbesar Dunia, Ada Dari Indonesia Lho

- detikFinance
Selasa, 08 Jul 2014 13:08 WIB
Para Bos Wanita Perusahaan Terbesar Dunia, Ada Dari Indonesia Lho
Jakarta - Majalah Fortune baru saja merilis daftar bergengsi terbarunya yaitu Fortune 500 tahun 2014. Daftar tersebut berisi 500 perusahaan dengan omzet terbesar di dunia.

Perusahaan-perusahaan tersebut tidak melulu dipimpin oleh kaum adam lho. Ada sebanyak 17 perusahaan yang dipimpin oleh wanita, termasuk salah satunya perusahaan dari Indonesia.

Penasaran siapa saja mereka? Simak hasil penelusuran detikFinance dari situs majalah Fortune, Selasa (8/7/2014).

Mary Barra, CEO General Motors

Perusahaan yang ia pimpin berada di urutan 21 di Global Fortune 500. Barra merupakan wanita pertama yang memimpin perusahaan otomotif asal AS itu.

Wanita berusia 52 tahun itu sudah berhasil membawa GM keluar dari krisis setelah lima tahun perusahaan masuk daftar perlindungan kebangkrutan.

Ginni Rometty, CEO IBM

IBM menempati urutan 67 di daftar Global Fortune 500. Awal tahun ini Rometty menolak diberi bonus setelah raksasa teknologi itu gagal mencapai target triwulanan. Demi menumbuhkan kinerja perusahaan, wanita berusia 55 tahun ini membawa IBM merambah bisnis baru yang disebut cognitive computing.

Lynn Good, CEO Duke Energy

Duke Energy merupakan pendatang baru di daftar Global Fortune 500 dan menempati urutan 484. Sebelum masuk ke perusahaan energi ini, Good mengawali karir sebagai wanita pertama yang bekerja di biro akunting Arthur Andersen. Ia juga menjadi wanita pertama yang memimpin Duke Energy.

Meg Whitman, CEO Hewlett-Packard

Mantan kandidat gubernur California dan CEO eBay ini memimpin perusahaan teknologi Hewlett-Packard alias HP. Wanita berusia 57 tahun ini awalnya ingin menjadi doktor mengikuti jejak karir suaminya, Griffith Harsh IV, yang menjadi ahli bedah syaraf di Universitas Stanford.

Kerja kerasnya memimpin HP berhasil memangkas biaya produksi perusahaan hingga menumbuhkan harga sahamnya hingga 86% tahun lalu.

Karen Agustiawan, Direktur Utama Pertamina

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) minyak dan gas (migas) ini masuk urutan 124 di daftar Global Fortune 500. Karen yang tahun lalu terpilih kembali memimpin Pertamina ini berhasil menyelesaikan akuisisi beberapa blok migas di luar negeri.

Saat ini Pertamina juga menguasai salah satu blok migas terbesar di Indonesia yaitu Blok Offshore North West Java Production Sharing Contract (Blok ONWJ PSC). Wanita berusia 55 tahun ini punya target yang agresif, menumbuhkan produksi migas Pertamina hingga lima kali lipat di 2025.
Halaman 2 dari 7
(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads