Setelah kurang lebih 6 tahun menjabat sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan mengundurkan diri dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Migas tersebut. Karen satu-satunya wanita yang bisa memimpin Pertamina.
Selama ini kursi dirut Pertamina selalu dipegang oleh kaum Adam, mulai dari Soegijanto, Martiono Hadianto, Baihaki Hakim, Ariffi Nawawi, Widya Purnama, sampai Ari Hernanto Soemarno.
Karen diangkat oleh Menteri BUMN yang kala itu dijabat Sofyan Djalil pada tahun 2009. Karen menggantikan Ari yang sudah habis masa jabatannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia kariernya sebagai profesional di Landmark Concurrent Solusi Indonesia sebagai Business Development Manager (1998-2002), dan Halliburton Indonesia sebagai Commercial Manager for Consulting and Project Management (2002-2006).
Sebelum menjadi dirut Pertamina, wanita kelahiran Bandung 19 Oktober 1958 itu memulai karir di Pertamina sebagai Staf Ahli Direktur Utama untuk Bisnis Hulu pada periode 2006-2008.
Kemudian pada 5 Maret 2008, istri Herman Agustiawan itu dipercaya menjabat sebagai Direktur Hulu Pertamina sebelum ditunjuk pemegang saham untuk memimpin Pertamina
Dalam era kepemimpinannya, Pertamina banyak menuai penghargaan, salah satunya adalah masuk dalam daftar 500 perusahaan terbesar dunia atau Fortune Global 500.
(ang/dnl)











































