Salah satu politisi Partai Demokrat ini mengklaim menorehkan beberapa kesuksesan saat memimpin kementerian yang mengurus koperasi dan usaha kecil ini. Orang nomor satu di Kemenkop dan UKM ini juga akan lebih cepat meninggalkan kementeriannya dari seharusnya, karena harus mengundurkan diri untuk dilantik 1 Oktober 2014 menjadi anggota DPR.
Berikut petikan wawancara dengan Syarif Hasan saat ditemui dalam acara penggunaan fasilitas pelatihan terpadu Grand Smesco Hill di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Selasa (26/8/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koperasi Indonesia telah menjadi koperasi dunia. Buktinya sudah ada 1 koperasi Indonesia tercatat sebagai koperasi yang diakui asosiasi koperasi internasional. Sekarang peringkat 205 dari 322 koperasi besar di dunia.
Hasil kerja kedua, jumlah koperasi meningkat. Setiap tahun terus meningkat, sekarang sudah 207 ribu koperasi yang dimiliki Indonesia.
Bukan cuma koperasi yang jumlahnya bertambah. Jumlah anggota koperasinya juga semakin meningkat semakin meningkat. Sudah ada 35 juta orang sekarang.
Di sisi UKM juga meningkat. Jumlah UKM sudah mencapai 58,5 juta. Sumbangan terhadap PDB semakin bertambah. Sumbangan tenaga kerja juga semakin tinggi. UKM ini penyerapan tenaga kerjanya 98%.
Selain itu Jumlah wirausaha juga terus bertambah. Tidak kurang-kurang kita mengajak. Hasilnya, sudah banyak anak muda yang menggebu-gebu. Anak muda semakin banyak yang bersemangat berwirausaha.
Wirausahawan kita sekarang rasionya 1,8% hampir 2% dari sebelumnya masih di bawah 1%. Padahal kita betul-betul bekerja dengan segala hambatan dan keterbatasan anggaran yang kita miliki. Tapi bersyukur ini bisa dilalui dengan sangat baik.
Ini bukti kalau kementerian Koperasi dan UKM ini benar-benar bisa menyentuh masyarakat dan keberadaannya sangat diperlukan dan dirasakan hasilnya.
Selain yang hasilnya bisa dilihat dalam data, fasilitas kita juga semakin lengkap. Kita gedung pelatihan ada, pusat pemasaran ada, gedung pengawas koperasi sudah ada. Tidak ada alasan bagi pengganti saya untuk tidak lebih bagus dari saya. Penerus saya tinggal meneruskan saja.
Teruskan yang sudah ada, daripada perombakan.
Ambisi Anda sebagai menteri KUKM yang belum tercapai apa?
Ambisi saya yang belum tercapai saya ingin ada 5 koperasi Indonesia yang bisa diakui dunia. Saya ingin itu bisa dicapai jadi tidak hanya 1 saja. Tapi 1 pun sudah cukup membanggakan. Karena sejak proklamasi belum pernah ada koperasi Indonesia yang bisa sampai diakui dunia.
Tapi cukup baik saja tidak cukup. Harus sangat baik, makanya saya minta tadi bisa ada 5 yang diakui dunia.
Biar diakui dunia apa syaratnya?
Banyak, tapi yang paling utama itu laporan keuangan harus transparan, dengan standar internasional. Kalau sudah transparan, masyarakat tidak ragu lagi untuk bergabung dengan koperasi.
Pesan untuk menteri baru?
Pesan, tolong tinggal ditingkatkan. Tapi saya punya 1 catatan. Yang pertama undang-undang koperasi dulu harus segera dibereskan. Sekarang sudah hampir selesai masih di DPR.
Berarti setelah Anda jadi DPR ini akan dibantu diselesaikan?
Iya akan saya dorong untuk segera diselesaikan.
Anda jadi anggota DPR mulai 1 Oktober 2014, sementara pergantian kabinet masih ada selang waktu lumayan panjang?
Ya, saya mengundurkan diri karena memang sudah aturannya seperti itu. Saya tidak boleh menyalahi aturan.
Selanjutnya gimana?
Nanti ada penggantinya. Ada penunjukan dari presiden. Jadi nanti akan ada menteri yang punya tugas rangkap sampai pergantian presiden. Sampai ada menteri yang baru.
UKM Indonesia sering bermasalah soal pajak, apa tanggapan Anda?
Begini, selama ini kan mereka atau petugas pajaknya kan bingung bagaimana menghitung pajaknya. petugas pajak yang menarik tidak tahu berapa yang harus ditarik, dan pelakunya juga tidak tahu.
Tapi sekarang kan sudah diberikan kebijakan bahwa untuk memudahkan mereka tinggal menghitung omzetnya berapa setahun, (pajaknya) 1% dari itu (omzet per tahun). Itu final.
Kalau masih ada UKM yang tidak mau bayar pajak?
Kalau itu kan kita kembalinya ke yang berwenang dengan pajak. Saya tidak etis kalau bicara itu. Tapi dari kementerian sebagai pembina pelaku Koperasi dan UKM ini kita tidak henti-hentinya mengimbau agar mereka tertib pajak. Tidak ingin kita besar saja tapi tidak ada sumbangsihnya untuk negara.
(hen/hen)










































