Alakija, yang punya harta US$ 2,6 miliar berdasarkan perhitungan Forbes, membeberkan masa lalunya itu dalam pidatonya di hadapan mahasiswa Universitas Lagos dalam acara hari Remaja Internasional PBB 2014.
"Sekarang saya sudah berumur 63 dan masih terus berusaha. Jadi apa alasan Anda sekalian? Saya tidak pernah duduk di bangku kuliah tapi saya tidak pernah merasa kecil hati," katanya dalam pidato yang dikutip Forbes, Rabu (3/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda tidak harus mendapat pelajaran di bangku kuliah untuk bisa sukses, jadi bersyukurlah kalau Anda masih bisa kuliah karena itu bisa menjadi salah satu modal untuk sukses," ujarnya,
Alakija pernah belajar kesekretariatan dan desainer fesyen secara otodidak di London waktu muda, dan ia kembali ke Nigeria bekerja sebagai sekretaris di salah satu bank. Ia mulai menuai sukses setelah meluncurkan Supreme Stitches, merek pakaian yang menyasar target warga kelas atas Nigeria.
Salah satu pelanggannya adalah mantan ibu negara Maryam Babangida. Pada tahun 1993, ia masuk ke bisnis migas dengan membeli salah satu blok migas terpenting di Nigeria.
Famfa Oil, perusahaan miliknya, kini memegang 60% saham di blok migas tersebut. Ia juga merupakan pendiri The Rose of Sharon Foundation, yang membantu para janda dan yatim piatu di Nigeria.
(ang/ang)











































