Ini Aksi dan Kebijakan Jero Wacik Selama Jadi Menteri ESDM

Ini Aksi dan Kebijakan Jero Wacik Selama Jadi Menteri ESDM

- detikFinance
Kamis, 04 Sep 2014 08:05 WIB
Ini Aksi dan Kebijakan Jero Wacik Selama Jadi Menteri ESDM
Jakarta - Menteri ESDM Jero Wacik saat ini resmi ditetapkan sebagai tersangka dugaan pemerasan. Sejak 19 Oktober 2011 memimpin Kementerian ESDM, apa saja yang sudah dilakukannya?

detikFinance merangkum sepak terjang pria kelahiran Singaraja, Bali 24 April 1949 ini selama menjabat sebagai Menteri ESDM. Apa saja aksi dan kebijakan Jero selama jadi menteri? Simak penelusuran detikFinance di sini, Kamis (4/9/2014).

Punya Daftar Keberhasilan 100 Hari Jadi Menteri ESDM

Pada awal menjadi Menteri ESDM, Jero Wacik menetapkan program 100 hari kerja. Ia mengklaim banyak keberhasilan yang sudah dicapainya.

"Waktu ditunjuk sebagai menteri ESDM, saya bilang presiden, saya butuh satu tahun belajar, karena banyak begitu banyak persoalan yang harus saya ketahui. Tapi presiden hanya memberi waktu 100 hari saya untuk belajar," ujar Jero dalam pemaparan 100 hari kerjanya, di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (26/1/2011).

Ini daftar prestasi yang dipamerkan Jero:
- Tandatangan perjanjian Swap Gas untuk PLN di Muara Tawar sebesar 40 juta kaki kubik (mmscfd)
"Saya rundingkan dengan Eselon I, dan minta pendapat kolega saya Pak Dahlan (Menteri BUMN), kalau diambil gasnya bisa menghemat Rp 3 triliun per tahun," ujarnya.

- Ground Breaking Cepu 9 Desember 2011
"Presiden menargetkan Cepu harus ground breaking minimal pada akhir tahun, saya lihat masalahnya apa, ternyata dari lima kontraktor, baru tiga yang tandatangan, sekarang kita bisa lihat Cepu sudah ground breaking," bangganya.

- Proyek listrik 10.000 megawatt tahap I dan II.
"Tahap I proyek 10.000 megawatt, fokusnya batubara, kita sudah meresmikan 625 MW di Cilacap, 300 MW di Rembang, 315 MW. Dan Suralaya," tuturnya.

Sementara kata Jero, Paiton yang kapasitas 660 MW tertunda baru pada Mei-Juni baru akan diresmikan karena sebelumnya mengalami kerusakan serta Februari nanti di Tanjung Jati B4 dengan kapasitas 660 MW.

"Sampai 2014 kami yakin dapat selesaikan 9.600 MW, kalau 10.000 MW sulit, kita kan terus pantau PLN dalam pengerjaan proyeknya," tuturnya.

Sementara proyek 10.000 MW tahap II lebih kepada proyek geothermal. Yang saat ini kata Jero, sudah di tandatangani perjanjian 28 titik eksplorasi Geothermal dengan Kementerian kehutanan.

- Penyelesaian Kasus Freeport dan Bima
"Memang kasus di mineral dan batubara ini cukup berat, namun akhirnya semua persoalan seperti Freeport telah terselesaikan, dan kasus Bima kabarnya Bupati Bima sudah mau mencabut izin ekplorasi tambang," tuturnya.

Tiga Kali Ganti Wakil Menteri ESDM

Selama menjadi Menteri ESDM hingga sampai sekarang, tercatat tiga kali Jero Wacik menganti Wakil Menteri ESDM.

Pertama, Widjajono Partowidagdo, yang ia klaim merupakan pasangan dynamic duo. Namun, pada April 2012 Widjajono meninggal saat pendakiannya ke Gunung Tambora.

Kedua, Rudi Rubiandini. Sebelum dilantik menggantikan Widjajono pria kelahiran Tasikmalaya 1962 ini menjabat sebagai Deputi Operasi BP Migas, namun saat BP Migas dibubarkan Mahkamah Konstitusi dan diubah menjadi SKK Migas, Rudi dipindahkan sebagai Kepala SKK Migas.

Ketiga, Susilo Soswoutomo. Ditinggalnya posisi Wamen ESDM oleh Rudi Rubiandini, kemudian Jero Wacik melantik Susilo Siswoutomo yang merupakan staf ahli Menteri ESDM untuk menjadi Wamen ESDM hingga sampai saat ini.

Larang Mobil Pemerintah Pakai BBM Subsidi

Jero Wakil mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM nomor 12 Tahun 2013 yang melarang mobil pemerintah, pemerintah daerah, BUMN, BUMD menggunakan BBM subsidi.

Dalam aturan tersebut, juga dikeluarkan stiker anti BBM subsidi. Namun hingga sampai saat ini, tak terlihat lagi stiker tersebut tertempel di mobil plat merah.

Mengklaim Keberhasilan Renegosiasi Gas Tangguh

Pemerintah berbangga bisa berhasil merenegosiasi harga gas Tangguh, Papua yang dijual murah ke Fujian di Tiongkok. Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik meluapkan kegembiraannya.

Jero menceritakan, atas keberhasilan renegosiasi ini, banyak pihak yang mengapresiasi, mulai dari Presiden SBY hingga para pengamat yang dulu selalu mengkritik mengapa gas Indonesia dijual murah ke Tiongkok.

"Tadi malam saja saya sembahyang berucap syukur berulang-ulang kepada Tuhan atas berhasilnya renegosiasi ini, ini akan dicatat dalam sejarah kita, keberhasilan di zaman Menteri ESDM-nya Jero Wacik," kata Jero di kantornya Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (1/7/2014).

Pemerintah memang telah berhasil merenegosiasi kontrak harga jual gas Tangguh ke Fujian-Tiongkok dari US$ 3,35 per mmbtu menjadi sekitar US$ 8 per mmbtu.

"Hasilnya per 1 Juli 2014 berlaku harga LNG Tangguh yang baru yakni US$ 8 per mmbtu, dan menghapus harga patokan Japan Crude Cocktail (JCC) price, jadi harga gasnya nanti tidak dipatok hanya US$ 8 per mmbtu saja, tapi bisa naik-turun seiring harga minyak JCC," ungkap Jero.

Punya Aturan yang berdasarkan hasil pemikiran dirinya sendiri

Keputusan Menteri ESDM Nomor 4051 K/07/MEM/2013 tentang Penetapan Catur Dharma Energi, merupakan hasil pemikiran Jero Wacik selama menjadi Menteri ESDM.

Ada 4 (empat) tugas besar bangsa Indonesia di bidang energi. Apa saja?

"Ada 4 tugas utama bangsa kita dibidang energi, ini pertama kali saya ungkapkan, saya beri nama 'Catur Dharma Energi', ke-empatnya ini sebagian sudah kita kerjakan dan sebagian lagi saya akan dorong keras agar lebih masif," ujar Jero di acara IATMI Oil & Gas Business Forum, di Hotel Mulia, Senayan, Senin (21/10/2013).

Jero mengungkapkan Catur Dharma Energi yang pertama adalah bagaimana kita meningkatkan produksi minyak dan gas bumi.

"Pertama tingkatkan produksi Migas, bagaimana caranya ya terus tingkatkan eksplorasi, eksplorasi harus diperbanyak. Agar lebih banyak harus dipermudah perizinannya jangan dipersulit, kita semua tahu eksplorasi minyak risikonya tinggi, perlu dana besar, perlu teknologi tinggi, maka kalau kita ingin Dharma Pertama itu mudah ya mudahkan orang-orangg yang ingin melakukan eksplorasi," kata Jero.

Untuk meningkatkan produksi minyak juga tidak hanya cukup mempermudah perizinan, namun juga diperlukan insentif fiskal dari negara.

"Saya bukan orang minyak tapi saya belajar minyak, eksplorasi kalau sekarang dilakukan baru 15 tahun lagi baru dapat minyaknya, untuk itu diperlukan insentif fiskal yang cukup, tanpa ada insentif fiskal tidak akan ada eksplorasi yang masif," ujarnya.

Catur Dharma Energi yang kedua yang menjadi tugas bangsa Indonesia yakni bagaimana caranya kurangi pemakaian BBM.

"Kita sudah terlalu banyak impor, jadi harus kurangi BBM, bagaimana caranya? salah satunya meningkatkan penggunaan biodisel pada solar, saat ini sudah 10% mandatorinya, sudah ada Permen ESDM, bahkan PLN berani menggunakan biodiesel untuk pembangkit listriknya sebesar 20-25%. Cara kedua biar konsumsi BBM turun PLN tidak boleh lagi bangun pembangkit listrik yang menggunakan BBM," ungkap Jero.

Catur Dharma Energi ke tiga yang diungkapkan Jero yakni mendorong pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT).

"Kita banyak EBT, kita dianugerahi banyak gunung berapi yang dibawahnya punya panas bumi, dari panas bumi kita punya stok untuk membangkitkan listrik total sebesar 30.000 megawaat (MW), kita juga punya sungai yang banyak dan besar-besar, dan memiliki potensi sebesar 75.000 MW, ini sampai cicit kita cukup kalau kita berhasil mengembangkan EBT dengan masif," ungkapnya lagi.

Catur Dharma Energi yang ketiga adalah gerakan hemat energi. "Saya sedang mempersiapkan aturan bagaimana agar rakyat Indonesia bisa belajar hemat energi. Bangsa Indonesia ini hanya merasa hemat kalau harga energinya mahal, kalau murah apapun yang dilakukan susah untuk disuruh menghemat," tandasnya.

ο»Ώ

Halaman 4 dari 6
(rrd/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads