Bahkan Karen bebas bergerak tanpa pengawalan (bodyguard) khusus yang biasa menemaninya selama menjadi Dirut Pertamina. Karen juga menjelaskan rencananya pasca resign sebagai Dirut Pertamina.
Berikut ini hasil rangkuman detikFinance terkait uneg-uneg hingga keseharian bos wanita pertama di BUMN migas tersebut, Selasa (7/10/2014).
Bisa Sering Bertemu Anak
|
|
"Anak-anak senang karena pagi-pagi ada yang bisa dipamitin," kata Karen.
Tidak hanya itu, Karen bisa mengontrol masakan yang dikonsumsi putra-putranya.
"Saat malam, ada yang mengontrol masakan," ujarnya.
Bebas Dari Pengawalan Bodyguard
|
|
"Saya sudah jadi WNI biasa. Saya ucapkan terima kasih," kata Karen.
Selama menjadi Dirut Pertamina, Karen dikenal cukup sulit didekati awak media. Karen juga selalu dijaga oleh beberapa pria berbadan tegak ke mana pun berpergian sebagai Dirut Pertamina. Karen juga meminta maaf kepada awak media selama menjadi Dirut Pertamina. "Maaf kalau kadang bilang no comment. Masalahnya ada hal-hal yang harus diketahui media dan lalu ada hal-hal strategis," ujarnya.
Segera ke Harvard Amerika Serikat
|
|
Karen pun meluruskan pemberitaan sebelumnya yang mengatakan dirinya akan menjadi pengajar.
Ia hanya sebatas mengisi seminar bukan sebagai pengajar atau dosen di Harvard.
"Saya beri penjelasan. Persepsi mengajar di Harvard. Ini bukan mengajar, tapi saya berikan pendapat tentang energi dunia di Harvard Kennedy School," kata Karen.
Wanita berumur 56 tahun ini menambahkan, anggota dari forum seminar datang dari berbagai kalangan seperti eks Presiden Meksiko, hingga anggota Gedung Putih AS. Alhasil, Karen akan duduk sejajar dengan ahli-ahli energi dunia.
Enggan Berkomentar Soal Kandidat Menteri ESDM
|
|
"Saya no comment. Kalau jadi Menteri ESDM masih banyak yang bisa," kata Karen.
Bungkan Soal Wacana Pembubaran Petral
|
|
"Saya nggak mau berkomentar terkait Pertamina," kata Karen.
Harapan Karen kepada Bos Baru Pertamina
|
|
"Pertamina punya roadmap 2025. Siapapun yang mengerti Pertamina, pasti dia ingin pada 2025 Pertamina lebih baik," kata Karen.
Karen menjelaskan, roadmap tersebut bisa diteruskan oleh Plt Dirut ataupun Dirut definitif yang ditunjuk oleh pemegang saham.
Halaman 2 dari 7











































