Kehidupan Karen Agustiawan Setelah Resign Dari Pertamina

Kehidupan Karen Agustiawan Setelah Resign Dari Pertamina

- detikFinance
Selasa, 07 Okt 2014 07:54 WIB
Kehidupan Karen Agustiawan Setelah Resign Dari Pertamina
Jakarta - Karen Agustiawan telah menanggalkan jabatan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) per tanggal 1 Oktober 2014. Usai resign dari pekerjaan bergaji Rp 200 juta per bulan itu, Karen mengaku lebih leluasa bertemu keluarga.

Bahkan Karen bebas bergerak tanpa pengawalan (bodyguard) khusus yang biasa menemaninya selama menjadi Dirut Pertamina. Karen juga menjelaskan rencananya pasca resign sebagai Dirut Pertamina.

Berikut ini hasil rangkuman detikFinance terkait uneg-uneg hingga keseharian bos wanita pertama di BUMN migas tersebut, Selasa (7/10/2014).

Bisa Sering Bertemu Anak

Usai menanggalkan jabatan dirut perusahaan energi terbesar di Indonesia, Karen mengaku lebih bahagia. Ia menyebut putra-putranya kini bisa berpamitan langsung dengan dirinya. Momen ini sepertinya sulit ditemui ketika menjadi Dirut Pertamina. Meski di Pertamina, gaji Karen bisa hingga Rp 200 juta per bulan.

"Anak-anak senang karena pagi-pagi ada yang bisa dipamitin," kata Karen.

Tidak hanya itu, Karen bisa mengontrol masakan yang dikonsumsi putra-putranya.

"Saat malam, ada yang mengontrol masakan," ujarnya.

Bebas Dari Pengawalan Bodyguard

Tak lagi menjabat sebagai Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan merasa senang. Ia bisa kembali lagi sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) biasa, dan mengurus putra-putranya.

"Saya sudah jadi WNI biasa. Saya ucapkan terima kasih," kata Karen.

Selama menjadi Dirut Pertamina, Karen dikenal cukup sulit didekati awak media. Karen juga selalu dijaga oleh beberapa pria berbadan tegak ke mana pun berpergian sebagai Dirut Pertamina. Karen juga meminta maaf kepada awak media selama menjadi Dirut Pertamina. "Maaf kalau kadang bilang no comment. Masalahnya ada hal-hal yang harus diketahui media dan lalu ada hal-hal strategis," ujarnya.

Segera ke Harvard Amerika Serikat

Selain fokus mengurus putra-putranya, Karen berencana merambah kampus Harvard di Amerika Serikat. Karen akan mengisi berbagai seminar-seminar di Harvard Kennedy School. Ia tergabung menjadi member atau anggota aktif, untuk menjadi pemateri pada acara seminar terkait energi.
Karen pun meluruskan pemberitaan sebelumnya yang mengatakan dirinya akan menjadi pengajar.

Ia hanya sebatas mengisi seminar bukan sebagai pengajar atau dosen di Harvard.

"Saya beri penjelasan. Persepsi mengajar di Harvard. Ini bukan mengajar, tapi saya berikan pendapat tentang energi dunia di Harvard Kennedy School," kata Karen.

Wanita berumur 56 tahun ini menambahkan, anggota dari forum seminar datang dari berbagai kalangan seperti eks Presiden Meksiko, hingga anggota Gedung Putih AS. Alhasil, Karen akan duduk sejajar dengan ahli-ahli energi dunia.

Enggan Berkomentar Soal Kandidat Menteri ESDM

Nama Karen Agustiawan masuk dalam bursa calon Menteri ESDM pada kabinet Jokowi-JK versi seleksimenteri.com. Per 1 Oktober 2014, Karen mundur dari jabatannya sebagai Direktur Utama Pertamina. Apa kata Karen? Wanita berumur 56 tahun ini menyebutkan, banyak nama-nama yang pantas menduduki posisi Menteri ESDM.

"Saya no comment. Kalau jadi Menteri ESDM masih banyak yang bisa," kata Karen.

Bungkan Soal Wacana Pembubaran Petral

Wacana atau ide membubarkan anak usaha Pertamina, Pertamina Energy Trading Limited (Petral) sempat mencuat di Tim Transisi Jokowi-JK. Mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan enggan berkomentar terkait wacana itu. Karen mengatakan, dirinya tidak mau berkomentar menyangkut urusan Pertamina.

"Saya nggak mau berkomentar terkait Pertamina," kata Karen.

Harapan Karen kepada Bos Baru Pertamina

Karen Agustiawan telah meninggalkan posisi Direktur Utama PertaminaΒ  sejak 1 Oktober 2014. Muhamad Husen akhirnya dipilih menggantikan Karen dan menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirut Pertamina. Karen berharap, pemimpin baru bisa mengikuti roadmap Pertamina untuk menjadi perusahaan energi kelas dunia pada 2025.

"Pertamina punya roadmap 2025. Siapapun yang mengerti Pertamina, pasti dia ingin pada 2025 Pertamina lebih baik," kata Karen.

Karen menjelaskan, roadmap tersebut bisa diteruskan oleh Plt Dirut ataupun Dirut definitif yang ditunjuk oleh pemegang saham.
Halaman 2 dari 7
(feb/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads