Memakai seragam Kapten Kapal lengkap dengan topi dan tanda pengenal, Dahlan disambut petinggi BUMN di lobi Toko Merah. Toko Merah merupakan bangunan bersejarah milik PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (persero) yang baru direnovasi.
Dahlan tiba di lokasi untuk meresmikan peluncuran majalah BUMN Insight dan meninjau aset hasil pengembangan milik PPI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada acara ini tamu undangan hadir memakai seragam unik. Seperti Dirut PPI Wahyu Suparyono yang memakai seragam ala kolonial belanda. Tamu yang hadir rata-rata memakai seragam 'Jakarta Tempo Dulu'.
"Saya kira saya sendiri yang tampil beda, ternyata penampilannya ada yang lebih aneh daripada saya," sebut Dahlan.
Dahlan juga melihat hasil perombakan dan renovasi aset BUMN yang sempat terlantar atau idle milik PPI.
Wahyu pada kesempatan itu menerangkan perseroan memiliki aset terlantar berada di 200 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. PPI akan mengelola aset terlantar tersebut untuk dijadikan sebagai salah satu sumber pendapatan baru di luar perdagangan.
Untuk pengembangan dan pemanfaatan aset, PPI akan mengajak investor terutama datang dari BUMN bidang jasa konstruksi. Hal ini dilakukan untuk mensiasati minimnya dana.
Tahap awal, PPI akan memfokuskan penataan aset di area Jakarta Kota. "Aset idle ada 200 titik. Ada peninggalan Belanda, ada tanah kosong, ada hotel. Kita undang investor bawa dana," sebutnya.
(feb/hen)











































