Saat Kuliah, Bambang Brodjo Bercita-cita Jadi Kepala Bappenas

Saat Kuliah, Bambang Brodjo Bercita-cita Jadi Kepala Bappenas

- detikFinance
Senin, 27 Okt 2014 10:01 WIB
Saat Kuliah, Bambang Brodjo Bercita-cita Jadi Kepala Bappenas
Jakarta - Posisi Menteri Keuangan di Kabinet Kerja pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah dipercayakan kepada Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro. Nama Bambang sudah diperkirakan oleh banyak kalangan untuk mengisi jabatan Menteri Keuangan.

Namun, apakah menjadi Menteri Keuangan adalah cita-cita Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini?

Kepada detikFinance, Bambang menuturkan satu rahasia yang dipendamnya sejak masa kuliah di. Kala itu, dia bercita-cita menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebenarnya kalau jadi menteri, saya mikirnya sejak kuliah saya ingin jadi Menteri PPN/Kepala Bappenas," ujar Bambang di kediamannya, Jakarta, Senin (27/10/2014).

Alasannya, Bambang adalah akademisi dengan kemampuan ilmu regional dan ekonomi pembangunan. Ini terbukti dengan jalur pendidikannya dari sarjana strata 1 hingga meraih gelar Doktor di University of Illinois at Urbana-Champaign.

"Waktu di UI kan saya lebih banyak pada ekonomi regional. Perkotaan dan desentralisasi fiskal," sebutnya.

Kondisi berubah pasca Bambang diminta mengisi posisi Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan oleh Agus Martowardojo pada 2011 lalu. Ada pengetahuan baru yang menantangnya.

"Jadi fokus pada kebijakan fiskal, tapi dalam arti luas. Itu ada anggaran, kan bisa desentralisasi fiskal, pajak, kepabeanan, dan seterusnya. Saya belajar banyak mengenai lingkup itu," terangnya.

Sampai akhirnya karir pria kelahiran 3 Oktober 1966 ini melesat. Hingga diangkat sebagai Wakil Menteri Keuangan, mendampingi Chatib Basri yang menggantikan Agus Marto.

"Kalau ditanya waktu kuliah sampai 2009, saya akan bilang jadi Menteri PPN/Kepala Bappenas. Tapi kalau 2013 itu Menteri Keuangan," imbuh Bambang.

Namun, suami Irina Justina Zega ini punya prinsip bahwa hidup harus mengalir seperti air. Apa yang sudah dilewati sebelumnya menjadi modal bagi dirinya untuk mencari kenyamanan dalam bekerja.

"Intinya begini, kalau saya mengikuti air mengalir. Kita kemana ya diikuti sampai merasa nyaman. Kita nggak usah memaksakan kalau harus ke mana," tukasnya.

(mkl/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads