Ternyata nomor telepon seluler (ponsel) pribadinya beredar luas alias 'bocor' ke khalayak.
"HP saya tidak mau saya pakai. Gara-gara ada yang nyebarin nomor HP saya," ungkap Bambang di kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (20/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Capeklah lihat HP sudah isinya macam-macam. Belum sehari sudah habis baterainya," sebut Bambang.
Ia juga sedikit bertanya-tanya, soal siapa orang yang menyebarkan nomor ponselnya. "Gawat nih. Siapa yang nyebarin nomor HP kayak gini?" ujarnya.
(mkl/hds)











































