Bambang menginginkan calon penggantinya harus dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Menurutnya, banyak hal dari perusahaan pelat merah tersebut yang terkait dengan intansi yang dinaunginya.
"Iya, kita maunya (dari Kemenkeu)," sebut Bambang di kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (30/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kan harus dijagain. Subsidi begitu besar. Lalu penerimaan ada PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak), itu begitu banyak. Jadi Pertamina sangat penting untuk Keuangan," paparnya.
Bambang tidak menyebutkan calon penggantinya karena hal tersebut menjadi kewenangan Kementerian BUMN. "Itu tanya menteri BUMN, masa saya," ujarnya.
(mkl/hds)











































