Saat menyampaikan pidatonya, Susi beberapa kali terlihat mengelap air mata. Ia bercerita soal dahsyatnya bencana tsunami yang menghancurkan sebagian besar wilayah pesisir Aceh pada waktu itu.
"Tsunami Aceh menelan korban setidaknya 150.000 orang dan kerugian ekonomi sebesar Rp 48 triliun," ungkap Susi sambil mengelap air mata, di Hotel Borobudur, Senin (24/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun 2004 tsunami menyerang Aceh. Infrastruktur banyak yang hancur dan banyak korban jiwa karena tidak ada early warning system," imbuhnya.
Rasa haru Susi kembali datang saat panitia acara menggelar satu acara khusus yaitu reka ulang tsunami Aceh yang dipragakan oleh seorang pemain pantomim. Melihat aksi pantomim, Susi mengingat besarnya dampak bencana yang terjadi tahun 2004 itu.
Saat bencana terjadi, Susi yang waktu itu masih menjadi bos Susi Air menurunkan armada pesawat terbangnya untuk membantu mendistribusikan bahan pangan pokok kepada korban tsunami di Aceh. Pesawat Susi Air secara rutin membagikan serta mendistribusikan mie instan dan beras kepada korban.
"Susi Air hadir saat itu untuk membantu korban tsunami. Susi Air hanyalah sebuah maskapai aircraft kecil. Dari situlah saya dapat bertemu banyak orang, pengalaman dan rasa cinta untuk memberikan perhatian menolong korban tsunami Aceh," kata Susi yang diikuti tepuk tangan ratusan peserta yang hadir.
(wij/hen)











































