Follow detikFinance
Senin, 12 Jan 2015 12:36 WIB

Bayu Priawan, Cucu Pendiri Blue Bird Sang Calon Ketum HIPMI

- detikFinance
Jakarta - Munas Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) XV memunculkan 3 kandidat Ketua Umum (Ketum) HIPMI 2015-2018, salah satunya adalah Chairman Blue Bird Group Holding Bayu Priawan Djokosoetono. Bayu merupakan cucu dari sang pendiri perusahaan taksi Blue Bird, Mutiara Djokosoetono.

Tim detikFinance sempat mewawancarai pria kelahiran 24 Mei 1977 ini beberapa waktu lalu. Ia sempat menceritakan bisnis Blue Bird yang dimulai 1972, didirikan oleh neneknya beserta sang ayah.

Dikutip dari situs pribadinya, Senin (12/1/2015), orang tua Bayu memiliki latar belakang militer, Bayu mendapat pendidikan yang cukup keras hingga sukses meniti karir saat ini. Usai menempuh pendidikan di Melbourne, Australia ia memilih perusahaan keluarga untuk menyalurkan ilmu yang telah ia peroleh.

Sebagai putera ke-3 dari almarhum Brigjen Pol Dr H.KRH Chandra Suharto Djokosoetono, nilai-nilai nasionalis, kemanusiaan, dan kerja keras sudah ditanamkan sejak kecil dalam keluarga Bayu. Kakek Bayu adalah almarhum Prof. Djokosoetono SH, seorang tokoh nasional pendiri Akademi Kepolisian PTIK dan salah satu Bapak Ilmu Hukum di Indonesia.

Neneknya adalah almarhum Mutiara Djokosoetono, seorang tokoh wanita inspiratif Indonesia yang merupakan pendiri dari Blue Bird Group. Kendati tidak pernah secara langsung mengenal kakeknya, karena meninggal pada tahun 1965, namun Bayu sudah sangat akrab dengan kisah kepahlawanan beliau.

Bayu pun sangat dekat dengan almarhum neneknya. Walaupun sejak kecil dikenal bandel, namun dari sang Oma Bayu mendapat banyak sekali pelajaran berharga dalam hidupnya.

Saat remaja, meskipun telah merasa bahwa Blue Bird merupakan milik keluarga, namun ia belum merasakan hasrat berbisnis. Namun saat tinggal bersama neneknya pada 1990-an, Bayu perlahan tapi pasti mulai melihat Blue Bird dalam gambaran yang semakin utuh, bukan hanya sebagai perusahaan milik keluarga, namun sebagai bisnis yang harus dipelihara.

Nenek maupun ayahnya tidak pernah menjanjikan posisi pekerjaan di perusahaan keluarga ini. Almarhum ayahnya selalu menekankan, bila Bayu tidak dapat memperlihatkan pada orang lain bahwa dia bisa mengelola Blue Bird, jangan bermimpi bisa jadi pemimpin di perusahaan itu. Hal itu juga berlaku untuk semua anak cucu yang lain, tidak ada yang dibeda-bedakan, semua harus kerja keras.

Bayu memulai dari magang di Blue Bird, berkutat di bengkel taksi, menyusun SOP, hingga dipercaya menangani satu Pool taksi.

Di usia yang relatif muda Bayu telah menduduki salah satu posisi tertinggi di Blue Bird Group. Selain Blue Bird Group, Bayu juga telah mendirikan sebuah kelompok bisnis bernama Menara Alisya Group.

Riwayat Hidup

Tempat / tanggal lahir : Jakarta, 24 Mei 1977
Agama : Islam

Pendidikan:

Master of Business Management, Monash University, Melbourne, Australia

Karir Usaha :

  • Chairman – Blue Bird Group Holding (Transportation, Logistic, Property, Industry, Heavy Equipment)
  • Chairman – Menara Alisya Group (Energy, Property, Food & Beverage).
Karir Organisasi :

  • Bendahara Umum – Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Periode 2013-2018.
  • Bendahara Umum – BPP HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Periode 2011-2014
  • Wakil Bendahara Umum – DPP KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Periode 2011-2014
  • Wakil Ketua Komite Tetap Bidang Perhubungan dan ASDP – KADIN (Kamar Dagang Indonesia) Periode 2010-2015
(hen/hds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed