Buku ini menceritakan kisah tentang perjalanan karier seorang Rachmat Saleh, mantan Gubernur BI dan Menteri Perdagangan era Soeharto. Rachmat juga merupakan pendiri Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI).
Apa sebab seorang pemimpin tetap dikenang? Tentu banyak alasannya. Pertama dan terutama, sang pemimpin harus berkarakter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sosok pemimpin yang hingga kini tetap dikenang. Pemimpin yang keras, namun jujur, sederhana, melaksanakan dan mewariskan banyak hal untuk BI, UKM, perbankan, pribumi sektor perdagangan dan negara.
Buku yang ditulis Syafrizal Dahlan ini berbeda dengan biografi rentang tokoh pada umumnya. Di dalam buku ini, akan sulit menemukan pujian-pujian, yang ditampilkan dan diuraikan mayoritas mengenai substansi mengenai kepemimpinan dan cara memimpin.
Dalam prolog saja sudah menyampaikan soal warisan penting Rachmat Saleh saat menjadi Gubernur BI dan selanjutnya Menteri Perdagangan.
Penyajiannya bersifat substansial tanpa mengikuti urutan waktu. Di antara substansi yang dimaksud antara lain dimuat tema, "Lelang Jabatan Murni" di Kemendag, "Memacu Daya Saing Bangsa", "Bapak Kebangkitan Pribumi," "Primadona KIK/KMKP", "Krisis Utang Pertamina", "Bapak Merger Bank", sampai kepada "Nasionalis, Jujur, Sederhana".
Direktur Utama LPPI Hartadi A. Sarwono mengatakan, sosok Rachmat Saleh merupakan sosok yang jauh dari pencitraan, jujur, dan pekerja keras.
"Sulit sekali untuk mendapat restu menulis buku ini. Beliau ini jauh dari tujuan pencitraan dan anti publikasi. Beberapa tahun berusaha akhirnya Pak Rachmat mengalah sehingga dapat terwujud. Banyak syarat yang cukup berat yaitu tidak boleh menyanjung. Beliau tidak mau diwawancarai, jadi buku ini murni pemikiran orang lain. Judul ini saran dari Burhanuddin Abdullah," ujarnya saat Peluncuran Buku Rachmat Saleh, Legacy Sang Legenda, di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (28/1/2015).
Hartadi mengungkapkan, jejak langkah Rachmat Saleh di dunia perbankan sangat panjang, dia adalah pemimpin yang visioner. "Ini buku satu-satunya tentang Rachmat Saleh," ucap dia.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur BI yang juga Ketua Dewan Kurator LPPI Agus Martowardojo menambahkan, Rachmat Saleh merupakan sosok berintegritas dan dihormati di banyak kalangan.
"Kami memiliki panutan seorang pendahulu seperti Rachmat Saleh. Visioner dan memahami betul apa yang dikerjakan. Sosok berintegritas, mengutamakan kepentingan negara. Institusi yang kokoh dihormati dan berwibawa dengan jujur, integritas, berkarakter dan wawasan yang luas," ungkap Agus.
Agus bercerita, semasa kepemimpinannya di BI tahun 1973-1983, Rachmat telah melakukan berbagai perubahan positif.
"Ketika beliau menjabat BI, karakter di sektor keuangan mulai terbentuk, saat itu pengembangan SDM menjadi prioritas dan kunci utama. Kini dapat dirasakan dengan jelas. Memberikan karya terbaik bagi kemajuan bangsa. Jiwa kepemimpian beliau yang bersinergi akan mampu menggerakkan bank sentral yang kredibel dan terbaik di regional," kata Agus.
Hadir dalam acara ini Wakil Presiden Jusuf Kalla, mantan Wapres Boediono, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad, mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah, para pejabat tinggi negara, Deputi Gubernur BI, pejabat PPATK, pengusaha, para bankir, dan lainnya.
(drk/hen)











































