Pulang ke Pangandaran, Menteri Susi: Di Sini Enak Nggak Ada Nyamuk

Pulang ke Pangandaran, Menteri Susi: Di Sini Enak Nggak Ada Nyamuk

- detikFinance
Minggu, 29 Mar 2015 09:31 WIB
Pulang ke Pangandaran, Menteri Susi: Di Sini Enak Nggak Ada Nyamuk
Pangandaran -

Akhir pekan ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pulang kampung halamannya di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Susi mengajak seluruh pejabat eselon I Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Ia mengatakan lebih nyaman tinggal di kampung halaman daripada daerah lain termasuk Jakarta.

"Di sini enak, nggak banyak nyamuk," kata Susi santai saat ditemui di rumah pribadinya, Jalan Merdeka No. 312, Kabupaten Pangandaran, Sabtu malam, (28/3/2015)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Susi memberikan penjelasan singkat tentang sejarah rumah pribadinya. Menurut Susi total luas areal komplek rumahnya seluas 7 hektar, dibangun sejak 1993.

"Dibangun tahun 1993, luasnya 7 hektar," imbuhnya.

Ia juga mengungkapkan apa saja ada yang ada di rumahnya, termasuk keberadaan kolam ikan yang ada tepat di atas ruang pribadi Susi tinggal.

"Ini rawa dulunya, ada ikannya jadi nggak usaha kasih pakan. Nanti bisa mancing," seru Susi.

Lahan seluas 7 hektar di komplek rumah Susi terbagi menjadi beberapa sekat dan setiap sekat didirikan bangunan khusus. Seperti di bagian depan komplek rumah Susi dipakai dan dibangun Bank Jabar. Kemudian di sisi belakang Bank Jabar, berdiri Hotel Alfi yang memiliki 27 kamar. Nama Alfi diambil dari nama putra terakhir Susi.

Masuk ke belakang berdiri mess karyawan. Jumlahnya ada 6 mess karyawan, sebanyak 3 mess untuk para karyawan Susi Air sekelas supervisor dan manajer. Sementara itu, 3 mess lain untuk pekerja umum. Salah satu mess bernama Arman yang merupakan nama cucu dari Menteri Susi.

Di bagian dalam lainnya berdiri restoran yang dinamakan Hilman atau nama putra pertama Susi. Lalu ada Guest House Nadine yang digunakan untuk tamu VIP khusus.

Kemudian bangunan lainnya juga didirikan Susi seperti Susi Training Center yang digunakan untuk menerima calon pilot Grand Caravan 208. Lalu ada Susi Marine untuk mengolah produk perikanan.

Terakhir yang menjadi perhatian adalah ruang pelatihan penerbangan dengan simulator. Di tempat inilah calon pilot benar-benar diasah cara menerbangkan pesawat Grand Caravan 208. Fasilitas ini jug dilengkapi beberapa aplikasi seperti kondisi cuaca buruk, turbulensi agar pilot mahir menerbangkan pesawat.

(wij/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads