Duh, Dirut Perusahaan Ini Gajinya Cuma US$ 1 Alias Rp 13.000 Setahun

Duh, Dirut Perusahaan Ini Gajinya Cuma US$ 1 Alias Rp 13.000 Setahun

- detikFinance
Rabu, 15 Apr 2015 06:48 WIB
Duh, Dirut Perusahaan Ini Gajinya Cuma US$ 1 Alias Rp 13.000 Setahun
Foto: Kinder (kiri) dan Mackey (kanan)
Jakarta - Gaji Anda di kantor saat ini pasti lebih besar dari gaji 2 direktur utama (Chief Executive Officer) perusahaan besar di Amerika Serikat (AS) ini. Biasanya, gaji dirut perusahaan besar mencapai puluhan juta dolar.

Bahkan ada dirut di industri restoran di AS gajinya mencapai US$ 13.000/jam, atau sekitar Rp 169 juta/jam.

Namun tidak kepada Richard Kinder, CEO perusahaan operator pipa energi Kinder Morgan, serta John Mackey selaku CEO dari Whole Foods, sebuah perusahaan makanan organik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gaji Kinder dan Mackey hanya US$ 1 per tahun. Padahal perusahaan tempatnya bekerja, adalah perusahaan bonafit yang masuk dalam S&P 500.

Anda pasti berpikir ini hanya gaji pokoknya saja, sementara ada bonus yang besar didapatkan kedua orang ini. Anda salah, menurut data Komisi Pengawas Bursa Saham AS, gaji US$ 1 yang diterima Kinder dan Mackey sudah termasuk bonus dan jatah saham.

Kinder selaku pendiri dari perusahaan pipa migas digaji US$ 1 per tahun tanpa bonus dan jatah saham. Bahkan dia tidak pernah menerima bonus sejak mendirikan perusahaan di 1997 lalu.

Dilansir dari CNBC, Rabu (15/4/2105), Kinder dapat dividen atau jatah keuntungan yang besar. Karena dia memegang 245 juta lembar saham yang dimiliki perusahaan yang didirikannya itu, dan tidak pernah menjual satu lembar pun.

Tahun lalu, nilai saham Kinder Morgan naik 17,5%. Lewat 245 juta lembar saham perusahaan, Kinder kecipratan dividen US$ 400 juta per tahun, atau sekitar Rp 5,2 triliun. Jadi nilai uang yang didapatkan Kinder, lebih besar dari gaji CEO mana pun.

Sementara Mackey memang bernasib tidak bagus. Sejak Januari 2007, Mackey memang mendeklarasikan hanya akan menerima gaji US$ 1 per tahun. Karena dia sudah mendapatkan uang dari saham yang dimiliki.

Namun tidak mujur, tahun lalu nilai saham perusahaannya turun 35%.

(dnl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads