Demi Gaji Karyawan Naik, CEO Ini Rela Gajinya Turun Dari Rp 13 M Jadi Rp 910 Juta

Demi Gaji Karyawan Naik, CEO Ini Rela Gajinya Turun Dari Rp 13 M Jadi Rp 910 Juta

- detikFinance
Kamis, 16 Apr 2015 06:45 WIB
Demi Gaji Karyawan Naik, CEO Ini Rela Gajinya Turun Dari Rp 13 M Jadi Rp 910 Juta
Foto: Dan Price (CNN)
Jakarta - Selaku pendiri dan direktur utama (Chief Executive Officer/CEO) perusahaan, Dan Price rela gajinya turun 90%, dan laba perusahaan dipangkas. Tujuannya, agar gaji karyawannya bisa naik.

Price selaku pemimpin dan pendiri perusahaan penyedia jasa pembayaran, Gravity Payments asal Seattle, Amerika Serikat (AS), ingin memastikan seluruh anak buahnya mendapatkan penghasilan minimal US$ 70.000 atau sekitar Rp 910 juta per tahun.

Karena itu, Price rela gajinya turun dari US$ 1 juta atau sekitar Rp 13 miliar per tahun, menjadi hanya US$ 70.000 atau Rp 910 juta per tahun. Kemudian juga memangkas hasil keuntungan perusahaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebijakan yang dilakukan Price bakal membuat gaji 30 karyawannya naik 2 kali lipat, dan juga menaikkan gaji 40 karyawan lainnya.

Adapun kebijakan baru ini diumumkan Price ke seluruh karyawannya dalam rapat besar Senin awal pekan ini. Dalam rapat itu, para karyawan yang hadir diam mendengar pidato Price, setelah pengumuman pemangkasan gaji dan keuntungan perusahaan, seluruh karyawan langsung bertepuk tangan.

"Butuh beberapa saat untuk mengerti apa yang dia (Price) katakan," kata salah satu pegawai, Phillip Akhavan seperti dilansir dari CNN, Kamis (16/4/2015).

Gaji Akhavan naik 16% karena kebijakan ini, dari US$ 43.000 menjadi US$ 50.000 per tahun. Setelah kebijakan ini, Akhavan langsung menelepon istrinya.

Nydelis Ortiz, wanita 25 tahun, karyawan yang baru bekerja sejak Januari 2015 langsung menelepon orangtuanya karena kebijakan ini. Dia dan keluarganya tidak memiliki rumah sejak pindah ke AS dari Puerto Rico. Gaji Ortiz naik dari US$ 36.000 menjadi US$ 50.000 per tahun, atau lebih besar dari penghasilan kedua orangtuanya.

"Ibu saya langsung menangis saat mendengar kabar ini," kata Ortiz.

Cerita bahagia juga datang dari Jason Byrd, 38 tahun. Penghasilan US$ 40.000 per tahun yang didapatkannya sangat pas-pasan dengan biaya hidup di Seattle.

"Kebijakan ini memberikan banyak kebebasan agar kita bekerja keras dan tidak khawatir soal uang," katanya.

Price merupakan pemilik saham mayoritas di perusahaan yang dibangunnya sejak kuliah 11 tahun lalu. Modal usaha didapatkannya dari kakaknya. Price bertekad menaikkan gaji karyawannya setelah dia membaca studi soal kebahagiaan. Studi tersebut mengatakan, tambahan pendapatan bisa memberikan perbedaan yang signifikan kepada emosional seseorang.

Dia juga sering mendengar keluhan para karyawannya soal sulitnya mencari rumah tempat tinggal, dan besarnya pengeluaran, sementara gaji tidak naik. Price berharap, kenaikan gaji karyawan bisa memberikan dorongan moral positif.

Price tidak akan menaikkan gajinya lagi, hingga keuntungan Gravity meningkat seperti 2-3 tahun yang lalu.

(dnl/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads