Susi memberikan pidato khusus tentang sosok RA Kartini yang tanggal kelahirannya diperingati sebagai emansipasi wanita di Indonesia.
Menurut Susi, sosok RA Kartini adalah wanita luar biasa. Kini banyak sanjungan menjuluki dirinya sebagai Kartini di era modern, namun Susi menolaknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian Susi lantas memberikan penjelasan tentang sosok RA Kartini yang sebenarnya. Kartini dianggap Susi sebagai wanita yang mampu mengubah cara pandang wanita masyarakat Jawa saat itu. Wanita Jawa yang terbelenggu karena aturan adat perlahan mulai pudar dan wanita mampu menunjukkan eksistensinya.
"Dalam kungkungan, dalam keterbatasan, dan dalam kehidupan yang jauh dari kebebasan, RA Kartini bicara ikhtiar, berjuanglah membebaskan diri jika engkau sudah bebas dari ikhtiarmu itu barulah dapat menolong orang lain. Sebuah arti dari kebebasan mendalam yang dikatakan wanita yang terkungkung di balik budaya," tegas Susi.
Dalam kesempatan yang sama, Susi mencoba untuk mengurai berbagai macam hal yang ditulis Kartini dalam sebuah buku 'Habis Gelap Terbitlah Terang'.
"Banyak kata yang diucapkan dengan arti yang dalam. Perkataan kemandiriaan, kebersamaan, kesetaraan tentang wanita," ucap Susi.
Oleh karena itu, Susi ingin agar PNS KKP khususnya para wanita mencontoh apa yang dilakukan oleh Kartini. Bahkan untuk mengenang jasa-jasa Kartini, Susi meminta para PNS KKP berpakaian kebaya seperti yang Susi lakukan hari ini.
"Saya ingin lihat semua pakai kebaya Kartini dan saya ingin sekali melihat pegawai KKP pakai baju nasional dan merasakan hal yang sama dengan Kartini," kata Susi dengan penuh semangat.
Dalam acara ini, diputar sebuah video diputar berisi perjalanan hidup Susi Pudjiastuti dari mulai dilantik menjadi menteri, serah terima jabatan, hingga penenggelaman kapal. Video lainnya menggambarkan Susi sedang menggendong sang bunda tercinta. Susi dianggap para PNS KKP sebagai Kartini di era modern.
"Beliau hebat, tegas dan berani layak disematkan sebagai Kartini di era modern," kata Iwan Soetomo pegawai di salah satu Direktorat Jenderal KKP.
(wij/hen)










































