Kok bisa? Saham produsen panel surya miliknya, Hanergy, anjlok 47% pada perdagangan Rabu di Bursa Saham Hong Kong hanya dalam waktu satu jam. Kapitalisasi perusahaan juga anjlok US$ 18,6 miliar (Rp 241,8 triliun).
Perdagangan saham Hanergy pun sempat dihentikan dengan alasan, "Menunggu penjelasan dari perusahaan," tulis otoritas Bursa Hong Kong seperti dikutip CNN, Jumat (21/5/2015).
Li, yang punya 80% saham Hanergy, tidak datang ke rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan malah menghadiri pameran energi terbarukan di Beijing yang diselenggarakan oleh Hanergy.
Hal ini juga yang menjadi pemicu anjloknya harga saham Hanergy. Keesokan harinya, tetap belum ada penjelasan dari perusahaan asal Negeri Tirai Bambu tersebut.
Jatuhnya saham yang tiba-tiba ini membuat banyak orang bertanya-tanya, terutama para analis. "Jatuhnya saham Hanergy ini sangat kacau," kata analis dari Bespoke Investment.
Pada perdagangan Kamis, ada lagi saham yang juga jatuh secara tiba-tiba di Bursa Hong Kong, yaitu Goldin Financial dan Goldin Properties milik taipan Pan Sutong. Saham keduanya anjlok lebih dari40%.
Kedua perusahaan sudah memberikan pernyataan resmi dan mengaku tidak tahu-menahu penyebab anjloknya saham masing-masing. Tapi memang tiga saham ini sudah naik tinggi dalam satu tahun terakhir.
Sebelum anjlok, saham Hanergy sudah meroket 625% hanya dalam setahun. Harganya makin meninggalkan harga saham First Solar, produsen panel surya asal AS.
Pada posisi tertingginya April lalu, kapitalisasi pasar Hanergy mencapai US$ 45 miliar (Rp 585 triliun). Melonjaknya harta Li ini membuat Jack Ma si pendiri Alibaba lengser dari predikat orang terkaya China.
Bisnis Hanergy fokus ke produksi panel surya berteknologi tinggi yang tipis dan felksibel. Perusahaan punya 15.000 pegawai dan cabang di beberapa negara.
(Angga Aliya/Wahyu Daniel)











































