Ini merupakan perusahaan ketiga yang membatalkan kerjasamanya dengan Trump, yang juga merupakan pengusaha kaya dari sektor properti dan televisi di Amerika Serikat (AS).
Trump saat ini tengah dinominasikan oleh Partai Republik di AS untuk pemilihan presiden di November 2016.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pernyataannya (Trump) sudah keluar jalur... bekerjasama dengan orang seperti itu tidak akan berjalan baik," kata Elias, sambil menambahkan komentar Trump rasis, dilansir dari Reuters, Rabu (1/7/2015).
Trump di awal bulan ini, mendeskripsikan pendatang dari Meksiko ke AS merupakan penyelundup obat bius dan pemerkosa.
Slim merupakan orang terkaya kedua di dunia dengan kekayaan US$ 71,1 miliar atau sekitar Rp 924 triliun, menurut Forbes. Sementara Trump merupakan orang terkaya nomor 405 di dunia dengan kekayaan US$ 4,1 miliar, atau sekitar Rp 53,3 triliun.
(dnl/ang)











































