Follow detikFinance
Jumat 03 Jul 2015, 08:40 WIB

Cerita Masa Susah Mentan Amran, Gali Sumur Hingga Tidur di Masjid

Lani Pujiastuti - detikFinance
Cerita Masa Susah Mentan Amran, Gali Sumur Hingga Tidur di Masjid
Jakarta - Mungkin tak banyak orang tahu nama Amran Sulaiman sebelum pria asal Makassar, Sulawesi Selatan ini terpilih sebagai Menteri Pertanian (Mentan) Kabinet Kerja Jokowi-JK Oktober lalu.

Namun bagi beberapa kalangan terutama sektor pertanian, Amran lebih banyak dikenal sebagai sang penemu racun tikus. Bahkan nama grup usahanya yaitu Grup Tiran, berasal dari kependekan sebutan 'Tikus Mati Diracun Amran'.

Saat kunjungan kerja ke Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur kemarin, Amran sempat menceritakan sekelumit kisah hidupnya dari masa sulit hingga menjadi seorang pengusaha bahkan menteri.

Amran mengaku saat berada di NTT, ia seperti diingatkan kembali soal perjalanan hidup masa lalunya yang penuh dengan kesulitan.

"Semua pekerjaan dari berburu rusa, makan pukat (kayu), gali sumur, tangkap ikan, gembala sapi sampai pecah batu pernah saya lakukan. Kerjaan saya jual batu gunung untuk makan. Gembala sapi 2 ekor akhirnya jadi 48 ekor saya pernah," kata Amran Kamis (2/7/2015)

Ia sempat mengaku senang blusukan ke sawah karena merasa nyaman bisa duduk bersama petani. "Saya pernah merasakan juga semua yang mereka rasakan. Saya dulu juga pernah susah. Saya paling senang kalau bisa selesaikan masalah. Paling nggak senang kalau ada masalah tidak bisa diselesaikan," katanya.

Salah satu tonggak keberhasilannya, adalah menemukan racun tikus untuk memberantas hama pertanian. Amran harus berjuang keras agar temuannya bisa diakui dan dipatenkan. Sebagai perantau dari Makassar, Amran harus menginap dimasjid untuk menunggu proses paten temuannya saat proses di Jakarta.

"Saya pernah tinggal di Masjid di Bintaro. Saya tidur di emper-emper masjid. Imam masjid bangunkan saya, ini pencuri atau kesiangan? Masjid Istiqlal juga tempat tidur saya," katanya.

Ia mengaku tak pernah membayangkan sampai bisa jadi seorang menteri. Bahkan tak pernah terlintas di kepalanya mengemban tugas sebagai pembantu presiden.

"Cita-cita saya dulu, paling tinggi ingin punya motor seperti teman-teman pria lainnya. Akhirnya bisa punya sendiri 1. Lalu ingin punya pick-up, saya berdoa mudah-mudahan punya. Maaf, sekarang saya tidak tahu lagi berapa banyak mobil saya," katanya.

Amran merupakan lulusan S1, S2, S3 Pertanian Universitas Hasanuddin dan bekerja sebagai Pegawai PTPN XIV, Dosen Universitas Hasanuddin, Makassar, Direktur dan Founder Tiran Group.

Sepuluh Perusahaan yang masuk dalam unit bisnis Tiran Group adalah sebagai berikut: PT Tiran Indonesia (tambang emas), PT Tiran Sulawesi (perkebunan tebu dan sawit), PT Tiran Makassar (distributor Unilever), PT Tiran Bombana (emas, timah hitam), PT Tiran Mineral (tambang nikel), PT Amrul Nadin (SPBU percontohan Maros), CV Empos Tiran (produsen rodentisida), CV Profita Lestari (distributor pestisida), CV Empos (distributor Semen Tonasa), PT Bahteramas (pabrik gula di Konawe Selatan).

(hen/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed