Ada 10 orang muda terkaya di Asia dengan umur antara 18-34 tahun. Anak muda kaya ini lahir antara tahun 1981-1997. Ini data terbaru dari daftar sebelumnya, di sini.
Tak mengejutkan, asal orang muda terkaya di Asia didominasi oleh China. Beberapa orang muda ini bisa kaya dari usaha sendiri, dan ada yang berasal dari kekayaan orangtuanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
10. Zhu Yufeng
|
|
Zhu merupakan pemiliki dari Asia Pacific Energy Fund, sebuah perusahaan pemegang saham mayoritas di GCL-Poly Energy Holdings yang didirikan ayahnya pada 1996.
GCL-Poly Energy merupakan produsen polysilicon dan lempengan yang digunakan untuk panel surya terbesar di dunia.
9. Zhang Kangli
|
|
Zhang merupakan anak dari Zhang Guiping, pemilik Suning Universal, perusahaan real estate besar di China.
Sekarang, Zhang menjabat general manager di Suning. Pria ini merupakan lulusan Universitas Toronto di bidang ekonomi dan manajemen sumber daya manusia.
8. John Paul Joy Alukkas
|
|
Dia merupakan anak dari Joy Alukkas, pemilik toko penjual perhiasan, Joyalukkas Group, yang memiliki 95 outlet di 10 negara.
Selain termuda, Alukkas juga satu-satunya orang kaya muda di Asia yang tidak berasal dari China.
Anak tertua dari 3 bersaudara, John Alukkas memiliki kampung halaman di Kerala, wilayah selatan India. Namun dia tumbuh di Uni Emirat Arab.
Ayah Alukkas berencana pensiun tahun ini, dan akan mengalihkan 70% bisnisnya ke anak tertuanya. John Alukkas akan menggantikan posisi ayahnya.
7. Yan Wu
|
|
Wu menjadi 1 dari 3 perempuan dalam daftar tersebut. Dia menjabat sebagai Chairman dari Hakim Information Technology yang berbasis di Hangzhou. Perusahaan ini bekerja mengembangkan teknologi smart city.
Wu menjadi miliuner terkaya mulai awal tahun ini, setelah saham Hakim naik, dan nilai perusahaannya menjadi US$ 1,1 miliar.
6. Leo Chen
|
|
Chen adalah CEO dari Jumei International Holding, perusahaan ritel kosmetik online. Kekayaannya menanjak, saat perusahaannya Jumei melantai di bursa New York tahun lalu, dia juga pendiri Garena, salah satu platform game online.
Saham Jumei naik 43% sejak Januari 2015. Pria ini dijuluki Mark Zuckeberg-nya China. Dia mulai mengembangkan software sejak kuliah di Nanyang Technological University di Singapura. Di 2008 dia juga memperoleh gelar MBA dari sekolah bisnis Stanford di Amerika Serikat (AS).
Halaman 2 dari 6











































