Suardi, pengemudi bajaj Bahan Bakar Gas (BBG) berwarna biru, hari ini mendapat pengalaman berharga karena bajajnya dinaiki oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.
Usai membawa Rini keliling area Monas, Suardi bercerita tentang pengalamannya menggunakan BBG. Ia mengaku biaya operasional bajaj saat memakai BBG jauh lebih irit daripada saat memakai BBM.
"Tadi perbedaan dengan BBM dan BBG jelas. Pertama irit, kemudian nggak bau terus terjangkau," kata Suardi usai membawa Rini berkeliling area Jalan Merdeka Selatan, Kawasan Monas, Jakarta, Senin (17/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suardi mengaku sudah 2 tahun ini menggunakan BBG. Sedangkan ia menjadi pengemudi bajaj sejak 2004. Selain biaya hampir setengah dari BBM, Suardi mengaku bisa menyisikan uang lebih banyak saat mulai memakai bajaj BBG.
Uang tersebut selanjutnya dipakai menghidupi kehidupan sehari-hari hingga membiayai sekolah sang anak. Pria berusia 49 tahun ini memiliki 2 orang anak. Salah seorangnya telah menamatkan diri pada program Diploma III.
"Sekarang anak saya kerja di Bank Indonesia (BI). Satu lagi masih sekolah di SMK," ujarnya.
Meski memakai BBG lebih irit dan ramah lingkungan, Suardi memberi masukan tentang proses pengisian BBG. Ia mengaku waktu pengisian masih di atas 15 menit. Ia berharap proses tersebut bisa dipercepat.
"Saya jawab waktu ke Menteri BUMN antriannya lebih dari 15 menit," tuturnya.
(feb/hen)










































