Dari Pekerja Freelance, Pria Ini Jadi Bos Perusahaan Ritel di AS

Dari Pekerja Freelance, Pria Ini Jadi Bos Perusahaan Ritel di AS

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Jumat, 22 Apr 2016 07:58 WIB
Dari Pekerja Freelance, Pria Ini Jadi Bos Perusahaan Ritel di AS
Foto: CNBC
Jakarta - Sebelum menjadi sukses seperti sekarang ini, Marvin Ellison pernah bekerja paruh waktu dengan bayaran yang tidak tinggi. Pria 51 tahun ini, menyandang gelar CEO JC Penney pada Agustus lalu. Ia mengawali kariernya dengan bekerja paruh waktu dengan bayaran US$ 4,35 per jam.

Tahun lalu, ia resmi mengambil alih kemudi perusahaan ritel bernama JC Penney. Harapannya, bisa kembali memulihkan kondisi perusahaan yang sempat kehilangan miliaran dolar.

Mantan CEO JC Penny, Mike Ullman, mengatakan kepada penerusnya ini, bahwa perusahaan butuh orang-orang yang yang tekun dan mampu berinovasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sosok Ellison dinilai punya kemampuan dan latar belakang yang mumpuni untuk bisa melanjutkan kesuksesan JC Penney.

Meski perusahaan menghadapi banyak tantangan, di tangan Ellison perusahaan ritel tersebut terus berkembang. Ellison sudah membuat banyak kemajuan.

Tahun lalu, pendapatan perusahaan meningkat 3% menjadi lebih dari US$ 12,6 miliar. Kesuksesan Ellison tidak hanya untuk dirinya sendiri. Ia membaginya kepada para pegawainya.

"Hal yang paling sederhana untuk dilakukan adalah temukan partner kerja yang nyaman," kata Ellison kepada CNBC, seperti dikutip detikFinance, Jumat (22/4/2016).

Setelah itu, kata dia, tempatkan pegawai sesuai dengan keahliannya.

"Perusahaan bertahan karena kinerja para pegawainya yang hebat. Jika pegawai melakukan kinerja yang baik secara berkelanjutan dan konsisten, mereka akan maju dan sebaliknya," jelas dia.

Sebagai seorang pemimpin, Ellison mengatakan, ia harus mampu merencanakan dan mencari pekerja dengan kinerja yang baik. Itu berarti butuh pengaturan strategi. Satu hal yang juga penting agar bisa berhasil adalah fokus dan punya mimpi besar.

"Sangat penting untuk memiliki keseimbangan, dan perencanaan baik jangka pendek, maupun jangka panjang dan itu butuh tim," katanya.

"Saya telah membuat kesalahan-kesalahan di masa lalu dan saya tidak akan mengulanginya di masa depan," kata Ellison.

Informasi saja, JC Penney merupakan perusahaan ritel yang bermarkas di Texas, Amerika Serikat (AS). Saham perusahaan JC Penney ini diperdagangkan di New York Stock Exchange (NYSE) dengan kode JCP. Pendiri JC Penney bernama James Cash Penney.

Perusahaan ritel ini memproduksi berbagai macam perlengkapan sehari-hari seperti pakaian, kosmetik, elektronik, furnitur, peralatan rumah tangga, perhiasan, dan lain-lain.

Saat ini, JC Penney telah mempekerjakan 105.000 karyawan dan mengoperasikan 1.060 department store di 49 kota di AS.

Sepanjang tahun 2015, JC Penney mencatatkan angka pendapatan sebesar US$ 12,625 miliar dan membukukan laba senilai US$ 513 juta. Total aset perusahaan tercatat sebesar US$ 9,442 miliar dengan total equity sebesar US$ 1,309 miliar.

(drk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads