Ia mengatakan hal ini mencerminkan bahwasanya janji adalah hal yang harus ditepati. Istilah my word is my bond menjadi kata-kata andalan Tito menganalogikan realisasi janjinya ini.
"Dikenal namanya my word is my bond. Omongan itu adalah kewajiban janji. Misalnya go public janji transparansi, capai target berapa. Keluarin obligasi, janji bayar tanggal sekian, bayar. Itulah implikasi dari kata my word is my bond. Karena saya ngomong ya saya jalan," ucapnya sesaat setelah sampai dan berbuka puasa di salah satu Restoran di Mall daerah Pondok Indah, Jakarta, Jumat (01/07/16).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kerja lebih keras. Mengeksekusi apa yang sudah diplanningkan. Moga-moga 2017 pasar modal sudah mulai bisa panen," ungkapnya.
Ia pun mengatakan dalam sisa kepemimpinannya akan melakukan suatu peninggalan untuk menjadikan BEI menjadi yang terbesar di Asean.
"Legacynya adalah ada satu plan yang saya ikutin terus untuk menjadi yang terbesar di ASEAN. ASEAN dulu. Hadapi China sementara nyerah dulu deh. Saya harus akui sementara China biarin dulu, nanti deh. Tapi 2018 itu sudah jalan," pungkasnya. (hns/hns)











































