3 Imigran Terkaya di AS, Pendiri Google Hingga George Soros

3 Imigran Terkaya di AS, Pendiri Google Hingga George Soros

Wahyu Daniel - detikFinance
Rabu, 05 Okt 2016 11:49 WIB
3 Imigran Terkaya di AS, Pendiri Google Hingga George Soros
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu negara di dunia yang menjadi tujuan banyak orang untuk mengejar mimpi menjadi kaya. Ada sejumlah imigran yang sukses menjadi miliuner.

Dalam daftar 400 orang terkaya di AS yang dibuat Forbes, ada sejumlah imigran yang masuk ke dalam daftar tersebut. Harta mereka tercatat hingga puluhan miliar dolar, atau ratusan triliun rupiah.

Berikut 3 besar imigran terkaya di AS, seperti dikutip dari Forbes, Rabu (5/9/2016).

Sergey Brin

Foto: Achmad Rouzni Noor II
Pria 43 tahun ini merupakan imigran terkaya di dunia versi Forbes. Sergey berasal dari Rusia. Kekayaannya tercatat mencapai US$ 37,8 miliar, atau sekitar Rp 491,4 triliun. Di AS, Sergey menempati posisi 10 orang terkaya di negara tersebut.

Sergey merupakan salah satu pendiri Google. Mesin pencari di internet yang dipakai oleh banyak orang di seluruh dunia.

Bapak 2 anak ini datang ke AS dari Rusia pada saat umurnya 6 tahun. Dia meninggalkan negeri beruang merah karena setelah munculnya gerakan anti Semit, yang mengancam keluarganya.

Dia mendirikan Google bersama Larry Page pada 1998, di mana keduanya bertemu di Universitas Stanford.

Karena latar belakangnya sebagai imigran, pada 2009 lalu, Sergey menyumbang US$ 1 juta kepada Hebrew Immigrant Aid Society, lembaga yang membantu keluarganya saat berimigrasi ke AS.

George Soros

Foto: Reuters
Soros tercatat memiliki harta US$ 24,9 miliar, atau sekitar Rp 323,7 triliun. Soros menempati posisi nomor 19 orang terkaya di Amerika Serikat (AS).

Pria berumur 86 tahun ini, terkenal sebagai spekulan di pasar keuangan. Soros merupakan kelahiran Hungaria yang sempat berimigrasi ke Inggris saat masa pendudukan Nazi.

Di London, Inggris, Soros pernah bekerja sebagai porter di stasiun kereta dan menjadi pelayan restoran. Dia memulai karirnya di bidang keuangan, dengan bekerja sebagai karyawan bank, setelah lulus dari London School of Economics.

Lalu Soros pindah ke New York dan bekerja di Wall Street. Pada 1969 dia mendirikan perusahaan investasi bernama Soros Fund Management dengan modal US$ 12 juta.

Saat ini perusahaan investasi tersebut memiliki aset kelolaan US$ 30 miliar, atau sekitar Rp 390 triliun.

Soros berkomitmen untuk menginvestasikan US$ 500 juta di perusahaan yang didirikan oleh pengungsi dan imigran di Eropa.

Len Blavatnik

Len merupakan pria kelahiran Ukraina, yang tumbuh di Moscow dan sekolah di Amerika Serikat (AS). Dia pindah ke AS pada 1978 dan sekolah di Universitas Columbia dan Harvard Business School.

Pada 1984 dia menjadi warga negara AS. Dia merupakan pengusaha dengan perusahaan komoditi LyondellBasell, teknologi lewat Rocket Internet, dan media lewat Warner Music.

Pada 2013, Len mendapatkan uang besar dari hasil menjual saham di perusahaan minyak Rusia bernama TNK-BP. Pria 59 tahun ini mendapatkan US$ 7 miliar dari penjualan saham tersebut.

Jumlah harta yang dimiliki Len mencapai US$ 18,5 miliar atau sekitar Rp 240,5 triliun. Dia menempati posisi 22 orang terkaya di AS.
Halaman 2 dari 4
(wdl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads