Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 18 Nov 2016 14:50 WIB

Dijuluki Raja Properti Australia, Iwan Sunito: Orang RI Unggul di Luar Negeri

Muhammad Idris - detikFinance
Foto: Muhammad Idris-detikFinance
Jakarta - Iwan Sunito, Pria kelahiran Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, adalah salah satu dari diaspora Indonesia yang sukses membangun bisnis di luar negeri. Berawal dari usaha renovasi rumah, Iwan kini jadi raja properti di Australia lewat perusahaannya yang dirintisnya, Crown Group yang berbasis di Sydney.

Crown sendiri dikenal sebagai perusahaan pengembang spesialis properti mewah untuk kalangan menengah atas.

"Ternyata orang Indonesia tak hanya bisa bermain di global, tapi juga banyak yang unggul di luar negeri. Saya berpikir untuk selalu without border (tanpa batas)," kata Iwan saat peluncuran buku biografinya di Plaza Indonesia, Jakarta, Jumat (18/11/2016).

Mendirikan perusahaan pada 1994 bersama rekannya, Paul Sathio, nama Crown Group mulai dikenal pada 2004 setelah perusahaannya mulai membangun proyek-proyek miliaran dolar yang tersebar di Sydney seperti Parramatta dan Ashfield.

Sukses membangun sejumlah properti mewah di Indonesia, Iwan merasa perlu 'pulang kampung' dengan membangun proyek-proyek properti di Indonesia. Iwan melirik lahan seluas 2 hektar yang berada di kawasan Alam Sutera sebagai proyek superblok pertamanya di Indonesia.

Selain sekitar Jakarta, Crown Group juga tengah mengincar lahan di Surabaya untuk proyek hunian vertikalnya.

"Saye merasa perlu membangun di Indonesia. Malahan saya punya mimpi membangun future project seperti sillicon valley, tapi itu masih mimpi jauh saya," ucap Iwan.

Yang menarik dari pengusaha yang berlogat Jawa Timur ini, dirinya pernah tidak naik kelas ketika Sekolah Dasar di Pangkalan Bun. Namun dari pengalaman pahit tersebut, dirinya mendapatkan titik balik kehidupannya.

"Saya itu the worst, sama orang disebut anak bodoh. Tapi karena tidak naik, akhirnya ditempatkan di kelas yang isinya anak-anak pintar. Karena bergaul dengan anak-anak yang pintar saya mulai menyesuaikan diri. Jadi perubahan terjadi karena lingkungan kita berada," kenang Iwan. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com