Hartanya tersebut naik dari tahun lalu yang sebesar US$ 715 juta (Rp 9,29 triliun). Meski demikian, posisinya di daftar bergengsi itu turun dari 38 di 2015 menjadi 40 di 2016.
Kartini memulai karirnya dengan mendirikan kantor pengacara dan konsultan hukum dengan nama Kartini Muljadi & Rekan. Kantor hukumnya berkembang pesat hingga menjadi langganan perusahaan multinasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya kondisi perusahaan sedang tidak baik, harga sahamnya merosot 45% dalam setahun terakhir akibat volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di 2015.
Kartini menjadi satu-satunya pengusaha wanita yang bisa masuk jajaran 50 orang terkaya di Indonesia versi Majalah Forbes, Kamis (1/12/2016).
Wanita berusia 85 tahun ini menghabiskan sebagian besar waktu dalam hidupnya dengan beraktivitas sosial memberi layanan kesehatan melalui Yayasan Candra Naya dan Yayasan Sumber Waras serta memberi beasiswa pendidikan. (ang/hns)