Follow detikFinance
Senin 13 Feb 2017, 17:23 WIB

Kisah Hidup Habibie, Lulus S3 di Umur 28 Hingga Bikin N250

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Kisah Hidup Habibie, Lulus S3 di Umur 28 Hingga Bikin N250 Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance
Jakarta - Presiden Republik Indonesia (RI) ke-3 B.J. Habibie hari ini ikut hadir dalam Presidential Lecture yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) Institute. Gelaran Presidential Lecture kali ini bertema Peningkatan Daya Saing Indonesia Melalui Penciptaan Sumber Daya Manusia Yang Berkualitas di Gedung Thamrin BI, Jakarta Pusat.

Dalam sambutannya, Habibie berbagi kisahnya mengenai masa mudanya, mulai dari kuliah di Bandung hingga di Jerman. Ia berkisah mengenai studinya sejak S1 sampai S3 tidak melalui beasiswa.

Bukan karena ia tidak pandai, namun tekad ibunya untuk membiayai studinya di Jerman. Ia juga berkisah beberapa kali kiriman uang dari ibunya telat masuk, sehingga ia harus menahan lapar di tengah masa studinya.

"Saya S1 dan S2 dibiayai keluarga, uangnya kadang-kadang telat enggak bisa makan sehingga dapat tuberkolosis. S3 saya mandiri saya kerja," kata Habibie.

Habibie menyelesaikan studi S3 di tahun 1964 di usianya yang ke-28 tahun. Habibie juga menceritakan pengalamannya dipanggil oleh Presiden RI ke-2 Soeharto di rumahnya.

Ia mengingat persis pada tanggal 28 Januari 1974 pada pukul 07.30 malam bertamu ke rumah Soeharto di bilangan Cendana Menteng, Jakarta Pusat.

"Saya datang tanya ada apa. Memasuki tahun 1974 yang hari Senin tanggal 28 Januari di Cendana setengah 8 malam," tutur Habibie.

Habibie sempat memikirkan tawaran Soeharto untuk kembali ke Indonesia, hingga pada akhirnya ia menuruti permintaan Presiden Soeharto kala itu. Tak lama berselang, Habibie membangun Industri Pesawat Terbang Nasional (IPTN).

"Saya mau dengan persyaratan saya tidak mau dibiayai dengan pinjaman luar negeri. Saya hanya mau dibiayai dari penjualan sumber daya alam," jelas Habibie.

Soeharto pun menyetujui permintaan Habibie lantaran harga minyak dunia saat itu terus merangkak naik. Hingga pada akhirnya di tahun 1995 pesawat N250 menjadi kado ulang tahun kemerdekaan RI ke-50.

"Tahun 1995 Wakil Presiden masih Pak Try (Sutrisno) N250 terbang hadiah bangsa Indonesia 50 tahun merdeka yang saya janji sama Pak Harto," kenang Habibie. (ang/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed