Follow detikFinance
Kamis, 01 Mar 2018 21:14 WIB

Mengintip Karir dan Bisnis Jho Low, Koruptor Malaysia yang Buron

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Dok. freemalaysiatoday.com Foto: Dok. freemalaysiatoday.com
Jakarta - Jho Low merupakan pebisnis Malaysia yang menjadi buronan dalam penyelidikan hilangnya US$ 4,5 miliar dana abadi Malaysia yang dikelola 1MDB atau Malaysia Development Berhad, yang juga menyeret nama Perdana Menteri Najib Razak.

Seperti dikutip dari Business Insider, Low diduga menggunakan uang tersebut untuk memenuhi gaya hidupnya yang jetset alias suka bermewah-mewahan. Berapa kali Jho Low tampak berpesta dengan beberapa artis Hollywood seperti Leonardo DiCaprio, Miranda Kerr, dan Paris Hilton.

Jadi kekayaan Low berasal dari mana?

Low memulai hidupnya dengan harta yang berkecukupan dan memiliki akses istimewa untuk menjadi bagian dari komunitas penting apa saja yang dia inginkan.

Low merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara yang lahir dari orang tua kaya di Penang, Malaysia.

Ayahnya adalah seorang pengusaha sukses dan mengirimnya ke Inggris untuk belajar di sebuah asrama di Harrow selama dua tahun. Di sana, Low berkenalan dengan beberapa anggota keluarga paling elit di dunia, termasuk putra mantan Raja Yordania dan Abu Dhabi.

Pada tahun 2000, Low terdaftar di University of Pennsylvania terkenal yaitu Wharton Business School. Tidak seperti kebanyakan siswa jurusan bisnis, Low sudah mendirikan sebuah perusahaan, The Wynton Group dengan modal usaha awal sebanyak US$ 25 juta.

Uang tersebut ternyata Low dapatkan dari relasinya selama di Harrow yaitu teman dekatnya dari kawasan Timur Tengah dan Asia Tenggara.

Setelah mendirikan The Wynton, Low dan beberapa temannya pindah ke New York. Dorongan relasi yang merupakan masyarakat kalangan atas serta berkat keuletannya menggarap bisnis membuatnya menjadi pengusaha sukses.

Persahabatannya dengan anggota keluarga paling elit di dunia, termasuk putra mantan Raja Yordania dan Abu Dhabi ternyata bertahan lama hingga merkeka dewasa.

Kedekatan mereka bahkan sempat menimbulkan masalah manakala lembaga pengelola dana abadi Abu Dhabi, Mubadala Development Co, dan Otoritas Investasi Kuwait terseret dalam jaringan transaksi rahasia yang menyalurkan dana miliaran dolar dari Malaysia.

Setelah berhasil keluar dari jeratan hukum, karir Low terus berjalan dengan lancar. Buktinya, pada tahun 2009 Low ditunjuk sebagai penasehat khusus bagi Terengganu Investment Authority (TIA), lembaga yang merupakan cikal bakal 1MDB.

Kemudian di tahun 2009, TIA diperluas dan diganti namanya menjadi 1MDB, keputusan itu diambil sesaat setelah pemilihan Perdana Menteri Razak. Sejak saat itu, Low, mengaku tak terlibat lagi dengan lembaga tersebut.

Namun, catatan 1MDB menyebutkan, setidaknya ada satu kali pertemuan pejabat 1MDB yang dihadiri Low.

Low dan teman-temannya juga tercatat memiliki bisnis sampingan yang dananya terbilang cukup besar. Di tahun 2010, sebuah film berjudul "The Wolf of Wall Street" diproduksi Red Granite Pictures, sebuah rumah produksi yang didanai oleh teman-teman Low yakni Riza Aziz dan Joey McFarland.

Meski tak memiliki catatan aliran dana langsung ke Low, namun kini Red Granite Pictures tengah berada di bawah pengawasan otoritas. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed