Follow detikFinance
Kamis, 20 Sep 2018 08:03 WIB

Suka Bagi-bagi Duit, Orang Super Kaya Ini Dulunya Gelandangan

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Dok. Forbes Foto: Dok. Forbes
Jakarta - Cerita kesuksesan John Paul DeJoria merupakan salah satu kisah perjuangan paling inspiratif dari Amerika Serikat (AS). Pendiri perusahaan perawatan rambut John Paul Mitchell Systems dan produsen tequila Patrón Spirits ini adalah satu dari sedikit miliuner yang memulai karirnya benar-benar dari nol.

DeJoria semakin spesial, karena meski berhasil menjadi miliuner yang punya harta melimpah, dia tak melupakan asal usulnya. Pria yang kini berusia 74 tahun tersebut terkenal akan kegemarannya menjadi seorang dermawan alias filantropis.

Jauh sebelum kaya raya seperti sekarang ini, John Paul DeJoria adalah pria miskin yang tak punya rumah. Masa mudanya banyak dihabiskan di jalanan, mengambil botol-botol yang dibuang untuk dijual kembali ke toko sehingga dia dan putra kecilnya saat itu bisa bertahan hidup.

Ya, DeJoria merupakan seorang single parent yang harus menghidupi anaknya yang saat itu baru berusia 3 tahun. Sebelum dia memiliki kekayaannya saat ini, waktunya banyak dihabiskan di gang-gang jalanan, sering dipecat dari pekerjaannya, bekerja sebagai petugas kebersihan hingga pedagang kaki lima.

Singkat cerita, awal kesuksesan DeJoria dimulai saat dia bekerja sama dengan sahabatnya yang merupakan seorang penata rambut, yakni Paul Mitchell. DeJoria mengajak Mitchell untuk membuat perusahaan pembuat shampo dan produk perawatan rambut. Kebetulan, menurut DeJoria, Mitchell tidak memiliki naluri yang baik untuk melakukan manajemen bisnis, dan kebetulan DeJoria merasa memiliki kemampuan bisnis yang baik.

Sejak didirikan pada 1980, perusahaan yang bernama John Paul Mitchell System ini telah berhasil menjadi salah satu produsen shampo dan produk kesehatan rambut terkenal di AS. Kejayaan perusahaan ini pun didedikasikan oleh DeJoria untuk Mitchell yang telah meninggal pada 1989.

DeJoria juga masuk ke bisnis produsen tequila hingga layanan yang memungkinkan masyarakat membuat daftar lagu dan menciptakan stasiun radio sendiri seperti Spotify.

Setelah 24 tahun menjadi seorang tunawisma bersama dengan anaknya, DeJoria sekarang tinggal di rumah mewah senilai US$ 50 juta di Malibu bersama semua barang yang dia inginkan seperti sepeda motor, mobil, jet pribadi.


Namun dengan setiap usaha, dia tak hanya berpikir berapa banyak uang yang dapat dia peroleh, tetapi bagaimana dia bisa membantu orang, alam dan lingkungannya. Setiap keputusan bisnis selalu sejalan dengan keputusan filantropis.

"Setiap orang memiliki definisi kesuksesan. Kesuksesan bukan di mana Anda hari ini dan berapa banyak uang yang Anda miliki, atau apa posisi besar yang Anda miliki. Sukses adalah, apakah Anda sudah menjadi yang terbaik dalam apa yang Anda lakukan? Dan, keberhasilan tidak ada gunanya tanpa berbagi," kata DeJoria.

DeJoria pernah membeli sebauh pulau bernama Barbuda, yang berada di lepas pantai Antigua di Karibia. Penduduk setempat sangat bergantung pada penangkapan ikan untuk mencari nafkah, tetapi moratorium penangkapan yang dilakukan di sekitar pulau itu membuat masyarakat kehilangan mata pencaharian.

Untuk membantu menyelesaikan masalah di sana, ia pun membeli 350 lot tanah di pulau tersebut untuk dibangun rumah yang akan menjadi sebuah resor dan lapangan golf 100 kamar yang benar-benar hijau.

"Masing-masing dari 350 rumah yang dibangun akan membutuhkan dua tukang kebun dan pengurus rumah tangga, jadi itu minimal tiga pekerjaan per rumah tangga. Resor dan lapangan golf juga harus sepenuhnya staf,"kata DeJoria.


Sementara dengan Patrón; merk tequila miliknya, DeJoria mempekerjakan lebih dari 1.000 penduduk lokal di Meksiko. Perusahaan mendukung ekonomi lokal dengan beberapa cara, termasuk pendidikan dan rumah untuk panti asuhan.

DeJoria juga menandatangani "Giving Pledge" bersama 150 miliuner dunia termasuk Bill Gates untuk memberikan 50% dari pendapatannya membantu membuat dunia lebih baik. Bantuan itu diberikan kepada lebih dari 160 badan amal di seluruh dunia.

Meski banyak memberikan sumbangan kemanusiaan dan berderma, DeJoria tetaplah seorang miliuner yang kini memiliki total harta US$ 2,6 miliar atau setara Rp 37,7 triliun (kurs Rp 14.500). DeJoria masuk ke dalam daftar 1.000 orang terkaya di dunia tahun 2018 versi Forbes dan sempat masuk ke dalam daftar Forbes 400 tahun 2017.


Saksikan juga video 'Deretan Orang Terkaya di Indonesia, 3 di Antaranya Berusia 40-an':

(eds/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed