Follow detikFinance
Selasa, 06 Nov 2018 07:46 WIB

Kisah Pendiri Uniqlo, dari Toko Kecil Jadi Orang Terkaya Jepang

Trio Hamdani - detikFinance
Tadashi Yanai. Foto: Reuters Tadashi Yanai. Foto: Reuters
Jakarta - Siapa tak kenal Uniqlo? Merek pakaian ternama yang mudah ditemui di pusat perbelanjaan. Di balik popularitas merek busana tersebut adalah Tadashi Yanai. Dia tercatat sebagai orang terkaya nomor 2 di Jepang pada 2014 versi Forbes.

Forbes mencatat, pria kelahiran 7 Februari 1949 itu mengantongi kekayaan US$ 25,7 miliar atau setara Rp 372,6 triliun (kurs Rp 14.500). Kekayaan itu tercatat per 11 Mei 2018.

Pria yang lahir 69 tahun lalu itu dibesarkan di sebuah toko pakaian milik orang tuanya, tepatnya di Prefektur Yamaguchi di barat daya Jepang.

Seperti dilansir successstory.com, Senin (5/11/2018), Yanai menempuh pendidikan di Universitas Waseda di Tokyo. Dia dinyatakan lulus pada 1971 di bidang ilmu politik. Setelah lulus, dia mulai berbisnis dengan menjual pakaian pria dan peralatan dapur di supermarket Jusco.

Setelah menghabiskan satu tahun di Jusco, dia berhenti dari pekerjaan tersebut, dan mulai bergabung dengan bisnis menjahit ayahnya, dan menamakannya sebagai Ogori Shoji.


Singkat cerita, Yanai mulai membuka toko Uniqlo pertamanya pada 1984 di Hiroshima. Berkat ketekunannya, dalam rentang waktu sepuluh tahun, toko kecil itu berkembang biak menjadi lusinan toko lain. Kemudian dia melangsungkan IPO atau mencatatkan perusahaannya di pasar modal pada 1994.

Kini, dia memiliki lebih dari 2.000 toko, sekaligus memperkuat kedudukan Fast Retailing Co, perusahaan yang dipimpinnya sebagai perusahaan pakaian terbesar keempat di Jepang. Perusahaan ini memayungi sejumlah merek termasuk Uniqlo, Helmut Lang, and theory, Comptoir des Cotonniers, Princesse Tam.Tam, J Brand and g.u.

Geliat bisnisnya terus berkembang, di mana Yanai menangguhkan sasaran dengan membuka 1.000 toko Uniqlo di AS pada 2012, ada 47 toko pada Maret 2017. Dia juga berambisi membuat perusahaannya menjadi peritel terbesar di dunia, yang berarti harus mengungguli merek H & M dan Inditex.

Di samping geliat bisnisnya, Yanai juga sosok dermawan. Dia pernah menyumbang sekitar satu miliar yen Jepang pada Maret 2011 untuk korban gempa Sendai. Yanai juga telah menerbitkan sebuah buku berjudul Throw Away Your Success in a Day pada 2009.


Yanai juga hobi melakukan aktivitas pacuan kuda dan golf di sela-sela kegiatan bisnisnya. Dia bermain golf setiap akhir pekan di pinggiran Tokyo. Bahkan dia memiliki dua lapangan golf di Hawaii.

Dia juga memiliki rumah 16.600 kaki persegi di jantung kota Tokyo. Rumah ini memiliki driving range atau tempat berlatih golf pribadi. Dia membangun rumah tersebut di atas tanah seharga US$ 80 juta pada tahun 2000. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed