Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 12 Nov 2018 07:35 WIB

Perjuangan 'The Iron Woman', Orang Paling Tajir di Australia

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Gina Rinehart. Foto: Dok. Fortune Gina Rinehart. Foto: Dok. Fortune
Jakarta - Lang Hancock adalah raja tambang di Australia. Pria tersebut merupakan orang yang menemukan deposit bijih besi besar di tanah keluarganya di Western Australia pada 1950-an, saat usianya masih 38 tahun.

Namun anak tunggalnya, Gina Rinehart memegang peran sentral dalam melanjutkan bisnis keluarga ini. Rinehart ditakdirkan dari usia muda untuk mengambil alih kerajaan bisnis tambang warisan yang dinamakan Hancock Prospecting tersebut.

Hal ini membuat Rinehart menjadi orang terkaya di Australia, atau bahkan salah satu wanita terkaya di dunia dengan total harta saat ini mencapai US$ 17,3 miliar atau sekitar Rp 259 triliun (kurs Rp 15.000).

Georgina Hope Rinehart lahir pada tanggal 9 Februari 1954 di Perth di Australia dari pasangan Lang Hancock dan Hope Margaret Nicholas. Rinehart menyelesaikan studinya di St Hilda, Anglican School for Girls di Perth dan kemudian belajar ekonomi di The University of Sydney.

Rinehart kemudian bekerja untuk ayahnya sebagai Asisten Pribadi dan memperoleh pengetahuan luas tentang industri bijih besi. Setelah ayahnya meninggal, Rineharta kemudian mendapat tugas meneruskan usaha ayahnya tersebut.

Meski mendapat 'harta warisan', namun Rinehart selaku anak tunggal tetap melewati usaha yang tidak mudah untuk mencapai posisinya saat ini. Rinehart harus mewarisi utang yang ditanggung oleh perusahaan bijih besi ayahnya.

Tapi, mau tidak mau wanita yang kini berusia 64 tahun tersebut harus mengandalkan komoditas yang menurutnya tidak menyenangkan namun telah membuat keluarganya kaya raya.

"Keindahan adalah tambang besi," katanya, seperti dikutip dari BBC.

Bahkan, dia memulai bisnis dengan pertarungan hukum melawan ibu tirinya atas kematian ayahnya dan juga atas aset Hancock yang memakan waktu 14 tahun lamanya untuk diselesaikan. Kemudian, ia secara bertahap mengembangkan deposit bijih besi Hancock yang belum dikembangkan menjadi tambang yang bisa dioperasikan yang pada gilirannya memperoleh keuntungan besar.


Setelah itu, Gina Rinehart memimpin perusahaan dan menunjukkan kemajuan yang stabil dan mulai menghasilkan laba tahun demi tahun melalui proyek bijih besi yang berjalan di Australia Barat dan juga melalui pembayaran royalti yang diterima dari perusahaan pertambangan yang telah dinegosiasikan oleh ayahnya. Dia juga memiliki beberapa proyek batu bara di Galilee Basin.

Hancock Prospecting menghasilkan sebagian besar keuntungannya dari penjualan bijih besi yang ditambang di beberapa proyek di Australia Barat. Perusahaan ini juga memiliki bisnis pertanian yang luas dan juga berkembang ke industri pertambangan internasional.

Ibu 4 orang anak ini telah mengumpulkan kekayaan selama beberapa dekade dan kemudian muncul di hampir semua majalah bisnis yang menyebut dia sebagai orang terkaya di Australia.

Namanya pertama kali muncul di antara 40 orang terkaya di Australia di majalah Forbes ketika perkiraan kekayaannya menyentuh angka US$ 1 miliar. Setelah itu naik dua kali lipat menjadi US$ 2,4 miliar pada tahun berikutnya dan lebih dari tiga kali lipat menjadi US$ 9 miliar pada tahun 2011.

Gina menikah dua kali. Pertama dengan seorang Inggris Greg Milton yang kemudian bercerai, lalu Frank Rinehart yang meninggal pada tahun 1990.


Aliran royalti dari penemuan awal tambang besi tersebut memberikan kontribusi terbesar untuk kekayaannya. Namun dia sendiri benci disebut sebagai ahli waris penambangan karena dia menganggap dirinya juga harus berjuang mengurus bisnis tersebut setelah kematian Ayahnya pada tahun 1992.

Seiring dengan kepentingan pertambangannya, ia juga memiliki bagian dari Channel Ten, salah satu dari tiga jaringan televisi komersial utama di Australia, dan juga menjadi pemegang saham tunggal terbesar di grup surat kabar terbesar kedua di Australia, Fairfax Media.

(eds/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed