Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 20 Nov 2018 08:06 WIB

Anak Adopsi Memulai Perusahaan Termahal Dunia di Garasi (2)

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Steve Jobs Foto: Internet Steve Jobs Foto: Internet
Jakarta - Pada tahun 1976, Steve Jobs dan Steve Wozniak akhirnya menciptakan komputer Apple, Inc. pertama, yang disebut Apple I. Setelah mendapatkan modal yang cukup, pada tahun berikutnya, mereka siap untuk mengumumkan kreasi terbaru mereka, Apple II sebagai komputer produksi massal pertama mereka.

Penjualan komputer pertama mereka dilakukan di West Coast Computer Faire, dan kemudian menjadi salah satu komputer desktop produksi massal pertama Apple yang sukses. Perhatian Jobs yang detail pada tampilan mesin sudah terlihat dari waktu yang dihabiskannya untuk merancang desktop nya. Sementara Steve Wozniak banyak bertanggung jawab untuk teknologi yang digunakan Apple II.

Kesuksesan penjualan komputer Apple menjadikan Jobs seorang jutawan pada saat dia berusia 23 tahun, tepatnya pada tahun 1978. Pada tahun yang sama, dengan perusahaan yang semakin berkembang, Jobs dan Wozniak mempekerjakan Mike Scott dari National Semiconductor sebagai CEO.

Pada akhir 1980, Apple siap untuk mengadakan penawaran saham perdana ke publik (IPO). IPO tersebut tercatat sebagai yang paling laris sejak IPO tahun 1956 yang dilakukan Ford Motor Company alias lebih dari IPO apa pun dalam sejarah.


Dalam waktu lima tahun, Apple menjadi salah satu dari tiga produsen komputer teratas di Amerika Serikat, bahkan mungkin yang terbesar. Pesaing utama Apple saat itu adalah International Business Machines Corp (IBM), yang modelnya paling populer melampaui Apple II sebagai PC terlaris pada tahun 1983. IBM bahkan mencatatkan pendapatan US$ 4 miliar atau lebih dari dua kali lipat pendapatan Apple pada 1984.

Tapi Apple tak pernah berhenti berinovasi. Terobosan itu berakar pada tahun 1979, ketika Jobs pertama kali melihat Xerox Alto. The Alto pada dasarnya adalah komputer pertama yang digerakkan oleh mouse. Pada saat itu, mengoperasikan komputer adalah masalah mempelajari bahasa komputer dan mengetik perintah.

Interface visual Alto mengubah semua itu, dan Jobs segera melihat potensi. Apple memproduksi PC yang digerakkan oleh mouse yang kemudian disebut Macintosh. Ketika Jobs memperkenalkannya pada rapat pemegang saham pada awal tahun 1984, sambutannya luar biasa.

Tetapi harga Macintosh yang mahal (sekitar $ 2.500) membuat penjualannya mengecewakan. Sementara industri teknologi semakin berkembang dan terus berinovasi. Microsoft dengan cepat mulai mengembangkan antarmuka pengguna yang digerakkan oleh mouse. Dan PC yang jauh lebih murah yang menjalankan perangkat lunak Microsoft pun muncul dalam semalam.

Pada 1985, John Sculley, eks eksekutif Pepsi dan Jobs berjuang menyelamatkan masa depan Apple. Sculley ingin fokus pada pasar yang kurang dilirik seperti pendidikan, bisnis kecil, dan pribadi. Namun Jobs ingin semua PC IBM di pasaran bisa ditandingi oleh Apple. Akhirnya Jobs mengundurkan diri dari Apple tahun 1985, dan membawa beberapa karyawan Apple bersamanya untuk membuat perusahaan baru, yang disebut NeXT, Inc.

Jobs merogoh kocek pribadinya hingga US$ 7 juta untuk mendirikan perusahaan tersebut pada tahun pertama. Dengan bantuan miliarder Ross Perot sebagai investor, perusahaan itu akhirnya merilis produk pertamanya, NeXT Computer, pada tahun 1990. Ini adalah produk dengan teknologi termutakhir, tapi harganya yang sangat mahal saat itu membuat target pasarnya tak kesampaian.

Pada 1993, perusahaan hanya berhasil menjual 50.000 mesin, dan memutuskan untuk beralih ke pengembangan perangkat lunak. Langkah ini menghasilkan untung pertamanya, ketika nilainya mencapai US$ 1 juta pada tahun 1994.

Pada saat yang sama, Jobs membeli divisi grafis komputer Lucasfilm seharga US$ 10 juta. Perusahaan itu adalah cikal bakal Pixar, produsen film yang menciptakan generasi film anak-anak ikonik, termasuk Toy Story, Monster, Inc., Finding Nemo, The Incredibles, dan WALL-E.

Pada tahun 2006, The Walt Disney Company mengakuisisi Pixar senilai US$ 7,4 miliar, menjadikan Jobs sebagai pemegang saham tunggal terbesar dari The Walt Disney Company.

Sementara Pixar sedang mengerjakan film fitur pertamanya, perusahaan Jobs, NeXT terus berjuang. Setelah mengalihkan fokusnya menjadi perusahaan khusus perangkat lunak pada tahun 1993, perusahaan memecat 300 dari 540 karyawannya.

Pada tahun 1996, Jobs mulai berbicara dengan Apple lagi. Dan pada akhir tahun, Apple setuju untuk membayar US$ 429 juta dalam bentuk tunai untuk NeXT, bersama dengan 1,5 juta lembar saham Apple, yang terakhir langsung kepada Jobs.

Hanya tujuh bulan setelah kesepakatan itu diselesaikan, Jobs pun menjabat CEO sementara Apple. Untuk mengubah perusahaan menuju profitabilitas, dia dengan cepat memangkas sejumlah proyek dan memecat orang-orang di tempat. Dia juga memodifikasi bisnis lisensi perangkat lunak perusahaan, dan mengembangkan mesin yang menjalankan perangkat lunak Macintosh.

Lebih penting lagi, teknologi mutakhir yang dikembangkan oleh NeXT selama 12 tahun sebelumnya mulai menyaring produk Apple. NeXTSTEP, sistem operasi yang diidamkan, menjadi Mac OS X, sementara produk yang menarik dan ramah konsumen seperti iMac meningkatkan penjualan. Pada tahun 2000, dewan Apple pun menjadikan Jobs sebagai CEO resmi perusahaan.


Sebagai CEO, Jobs mulai berinovasi menciptakan produk selain PC. Produk pertama yang dia ciptakan adalah pemutar musik digital iPod yang inovatif, yang mengubah cara orang mendengarkan musik. Sebelum peluncuran iPod pada tahun 2001, sangat sedikit orang yang mendengarkan musik pada pemutar digital portabel. Pada 2012, lebih dari 350 juta perangkat telah terjual di seluruh dunia.

Desain iPod yang mulus dan antarmuka pengguna yang mudah membuka jalan bagi rilis iPhone pada tahun 2007, yang merevolusi desain ponsel. Pada tahun 2014, Apple berhasil menjual sekitar 170 juta iPhone di seluruh dunia.

Tidak puas untuk selamanya mengubah cara orang menggunakan ponsel dan mendengarkan musik, Jobs meluncurkan iPad pada tahun 2010. Versi pertama dari komputer tablet ringkas dengan beberapa tombol dan layar sentuh terjual lebih dari 250 juta unit.

Jobs terkenal sangat detail untuk setiap desain perangkat, fungsionalitas dan antarmuka pengguna. Kesuksesan ketiga perangkat itu (iPod, iPhone dan iPad) sangat besar. Pada tahun 2011, Apple melampaui Exxon Mobil Corp (XOM) sebagai perusahaan terbesar di Amerika Serikat, dengan kapitalisasi pasar sekitar US$ 355 miliar. Naiknya beratus-ratus kali lipat dibanding pada awal masa kepemimpinan Jobs, pada tahun 1997, yang sekitar US$ 3 miliar.

Pada tahun 2011, saat Apple di puncak industri teknologi dan semua bisnis Amerika, Jobs mengundurkan diri sebagai CEO Apple. Dia menderita kanker pankreas, yang kemudian menjadi pengakhir hidupnya. Setelah pengunduran dirinya, ia tetap sebagai ketua dewan Apple, dan terus bekerja hingga sehari sebelum kematiannya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed