Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 30 Nov 2018 07:50 WIB

Cerita Sukses

Dipercaya Apple hingga Dell, Pria Ini Jadi Orang Terkaya di Taiwan

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Terry Gou. Foto: Getty Images Terry Gou. Foto: Getty Images
Jakarta - Setiap orang punya pilihan masing-masing ketika memilih gawai andalan. Beberapa orang memilih merek tertentu dengan alasan nyaman atau prestise.

Mulai dari Dell, Apple sampai HP semua memiliki keunggulannya masing- masing. Namun, tahukah kamu semua gawai itu berasal dari satu jaringan pabrik yang dimiliki satu orang?

Baiknya siapapun yang memiliki gadjet Dell, Apple dan HP harus kenal dengan pemilik pabrik. Orang ini merupakan orang terkaya nomor 1 di Taiwan, Terry Gou.

Mengutip dari daftar orang kaya versi Forbes, Terry Gou memiliki total kekayaan yang diperkirakan mencapai US$ 5,9 miliar atau setara Rp 84 triliun (kurs Rp 14.369 per dolar AS).

Terry merupakan pemilik Hon Hai Precision Industry Co Ltd atau Foxconn yang merupakan pabrik pembuat komponen elektronik terbesar di dunia.

Sebagian besar kekayaan Terry didapat dari para pelanggan yang mempercayainya untuk merakit berbagai produk teknologi terkenal di dunia.

Tidak hanya tiga brand besar itu saja, ia juga bekerja sama dengan Intel, Amazon, Sony, BlackBerry, Xiaomi, Motorola dan Huawei. Perusahannya terkenal bisa mempertahankan kualitas tinggi yang tidak bisa dikompromi.

Melihat keberhasilan Terry yang dipercaya para investor kelas dunia untuk masuk ke dalam industri komputer Taiwan, bagaimana ya ia bisa menarik para investor untuk bekerja sama?

Dalam salah satu sesi wawancara, orang-orang terdekatnya mengatakan, Terry merupakan orang yang optimistis. Ia juga sangat kritis untuk memperhatikan hak cipta dari pemilik teknologi. Ia merupakan, tipe orang yang tidak hanya berbicara namun juga cepat dan tepat untuk bertindak.


Foxconn terkenal sebagai manufaktur oursourcing di sektor computer, communication, and consumer-electronics sehingga populer di kalangan perusahaan dari Eropa, Jepang, dan Amerika yang ingin mengurangi biaya tenaga kerja tanpa menurunkan kualitas.

Kunci dari kesuksesannya selain menjaga kerahasiaan konsumen. Selain itu skema e-enabled Components, Modules, Moves and Services (eCMMS) ini juga menjadi model bisnis one stop shopping vertikal yang mengintegrasikan kemampuan mekanik, listrik, dan optik sekaligus.

Ini mencakup solusi mulai dari pencetakan, perkakas, bagian mekanis, komponen, modul, sistem perakitan, desain, manufaktur, pemeliharaan sampai logistik.

Melalui model bisnis eCMMS ini, Foxconn tidak hanya menjadi manufaktur 3C terbesar di dunia, tetapi juga dalam waktu yang sama memiliki rantai pasokan terpendek. Karena semua proses pembuatan perangkat ada di dalam satu jaringan.

Foxconn juga memproduksi berbagai jenis perangkat dari komputer desktop, TV portable, papan tulis digital, signage digital, smartphone, tablet, notebook dan mendaraan listrik. Perusahaan ini juga mengembangkan produk jaringan dan solusi untuk internet, internet of things, dan smart grid.


Usaha Terry sebelum sukses seperti sekarang pernah beberapa kali terkena guncangan karena kesulitan mempertahankan daya saing dari bisnis manufakturnya.

Terry yang saat itu kesulitan untuk membayar biaya produksi di Taiwan yang semakin mahal tetap berhan dengan bisnisnya. Meskipun berat, Gou memiliki cara untuk maju dan bertahan dengan bisnisnya hingga seperti sekarang.

Beberapa kali ia sempat mengatakan akan pensiun, namun bekali kali juga ia kembali dan meneruskan usahanya. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed