Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 03 Jan 2019 07:39 WIB

Cerita Sukses

Perjuangan Keluarga Terkaya di Asia Berharta Rp 253 T

Danang Sugianto - detikFinance
Gopichand Hinduja. Foto: dok. Forbes Gopichand Hinduja. Foto: dok. Forbes
Jakarta - Keluarga Hinduja merupakan keluarga keluarga terkaya ke-12 se-Asia (Majalah Forbes). Dengan kekayaan yang begitu melimpah, keluarga ini tetap kompak.

Gopichand Hinduja misalnya, pria berusia 78 tahun itu memiliki kekayaan miliaran dolar AS namun masih bisa berbagi dapur dengan tiga saudaranya.

"Kami tidak materialistis," kata Gopichand, seperti dilansir dari The National.

Gopichand merupakan salah satu pimpinan di perusahaan multinasional asal India, Hinduja Group bersama dengan saudaranya yang tertua, Srichand.

Gopichand dan Srichand tinggal di salah satu distrik eksklusif di London. Sementara saudara ketiga, Prakash berada di Jenewa, Swiss dan si bungsu menetap di Mumbai.

Menurut Forbes, jumlah kekayaan keluarga Hinduja saat ini mencapai US$ 17,5 miliar atau setara Rp 253,75 triliun (kurs Rp 14.500). Jumlah harta tersebut membuat keluarga ini menjadi yang terkaya nomor 4 di India, ke-12 di Asia dan ke-55 di dunia.

Kerajaan bisnis Keluarga Hinduja mencakup di sektor keuangan, energi, infrastruktur, telekomunikasi hingga jasa manufaktur yang beroperasi di seluruh AS, Eropa, dan wilayah timur. Hinduja Group mempekerjakan lebih dari 40.000 orang di 37 negara.

Srichand dan Gopichand dianggap sebagai orang India paling sukses di Inggris setelah Lakshmi Mittal, Chairman Arcelor Mittal yang merupakan perusahaan baja terbesar di dunia.

"Kami memasuki bisnis pada usia remaja, dan mempelajarinya dari tingkat paling rendah. Kami tumbuh dengan pengalaman langsung di setiap level dan masing-masing dari kita bertanggung jawab atas sektor yang berbeda," kata Gopichand.


Keberhasilan keluarga ini dimulai dari ayah mereka, Parmanand, yang berasal dari provinsi Sindh yang sekarang bernama Pakistan. Dia memulai bisnis di Mumbai pada tahun 1914 dengan mengimpor karpet, buah-buahan kering, dan kunyit dari Iran, serta mengekspor tekstil, teh, dan rempah-rempah lainnya ke Negara Barat.

Dia mendirikan Grup Hinduja, dan Iran segera menjadi basis bisnis perusahaan. Keluarga itu memiliki hubungan dekat dengan Shah.

Revolusi Islam 1979 mendorong perusahaan untuk memindahkan kantor pusatnya ke London, yang menjadi pusat perusahaan hingga hari ini.

Parmanand juga menghasilkan banyak uang dengan menjual film-film Bollywood secara internasional dan menjadi jutawan pada tahun 1921.

"Dia mulai bekerja pada usia 14," kata Gopichand.

"Pada awalnya itu hanya perbankan dan perdagangan, kemudian ia berkembang ke Timur Tengah pada tahun 1919. Kami bersaudara dan keluarga adalah pekerja keras dan kami bekerja untuk bisnis," tambahnya.

Pesona Gopichand memiliki kemampuan untuk menjaga hubungan baik dengan tokoh agama, politik dan pebisnis senior. Bakat tersebut telah membantu mereka dalam perjalanan menuju kesuksesan.

Salah satu cerita paling kontroversial dari keluarga ini adalah pada tahun 2001 ketika mereka menyumbang US$ 1,5 juta untuk pembangunan Millennium Dome di London. Masalah yang akhirnya menyebabkan pengunduran diri Peter Mandelson sebagai menteri Inggris untuk Irlandia Utara, untuk kedua kalinya.

Mandelson, yang bertanggung jawab atas proyek Dome, dituduh menerima donasi sebagai imbalan karena menarik uang untuk mengamankan paspor Inggris untuk Srichand. Politisi itu akhirnya dibebaskan dari kesalahan setelah ia mengaku membuat pernyataan menyesatkan tentang paspor Srichand.


Keluarga Hinduja juga membuat kehebohan pada 1989 ketika saudara-saudara mereka dituduh menerima jutaan dolar dari Bofors, sebuah pabrik senjata Swedia, sebagai imbalan karena membujuk pemerintah India untuk membeli 400 senjata.

Gopichand mengabaikan masalah seperti itu. "Anda harus menanganinya dengan kebijaksanaan dan juga lebih rendah hati ketika Anda memiliki lebih banyak prestasi," katanya.

"Tidak ada bisnis besar tanpa kontroversi. Dan sejauh menyangkut kontroversi, kami mencoba menghadapinya," ujar dia.

Terlepas dari semua spekulasi dan perhatian media, orang-orang India mengagumi keluarga ini. Terlebih gaya hidup keluarga Hinduja yang relatif normal meskipun kaya raya.

(das/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed