Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 07 Jan 2019 07:48 WIB

Cerita Sukses

Kisah Yoovidhya, Tukang Obat yang Jadi Juragan Kratingdaeng

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Chaleo Yoovidhya. Foto: Dok. Reuters Chaleo Yoovidhya. Foto: Dok. Reuters
Chaleo Yoovidhya. Foto: Dok. Reuters Chaleo Yoovidhya. Foto: Dok. Reuters
Jakarta - Tahu minuman berenergi Kratingdaeng atau Red Bull? Jika ya, Chaleo Yoovidhya lah pemiliknya. Keluarga ini mendirikan Red Bull pada 1987 lalu di Thailand. Chaleo sudah meninggal pada 2012 lalu.

Mengutip Forbes, Jumat (4/1/2019), Chaleo sempat menduduki orang terkaya nomor 4 di Thailand pada periode 2012. Pria ini mempelajari obat-batan di apotek milik sang kakak. Hingga akhirnya ia memiliki perusahaan farmasi pada era 60an bertama TC Pharmaceutical Industries.

Chaleo berupaya keras untuk membuat minuman berenergi ini bisa menembus pasar internasional. Hingga akhirnya pada 1982 datang seorang pengusaha asal Austria bernama Dietrich Mateschitz datang kemudian mencoba dan sangat jatuh cinta dengan minuman milik Chaleo.

Mereka akhirnya sepakat dan Chaleo bekerja sama dengan Dietrich dengan komposisi saham 50:50 pada 1987 dan akhirnya produk bisa menembus Eropa dan 1997 masuk ke Amerika Serikat (AS).

Promosi yang dilakukan oleh Chaleo dan Dietrich sangat berbeda dengan produk lain. Mereka memasang botol raksasa di atas mobil yang berkeliling kota. Minuman ini sempat menjadi pesaing Coca Cola hingga Pepsi.

Kini bisnis raksasa itu dijalankan oleh anak serta cucunya. Putra sulung Chaleo bernama Chalerm pegang 2% saham perusahaan. Kemudian, berikutnya merupakan direktur pelaksana Red Bull Thailand.

Anak laki-laki Charlem, Varit memegang kendali di pabrik anggur dan dealer Ferrari milik keluarga mereka. Keluarga ini juga memiliki bisnis rumah sakit mewah.


Namun Vorayuth saat ini menjadi buronan Interpol karena dugaan pada kasus tabrak lari yang sangat fatal 2012 lalu.

Tak sampai di situ, keluarga ini juga masuk dalam daftar Panama Papers. Di mana keluarga ini memiliki hampir setengah lusin perusahaan anonim yang tidak membayar pajak selama dua dekade. Dalam sebuah keterangan, Red Bull menyatakan masalah tersebut adalah bersifat pribadi dan tidak akan mempengaruhi perusahaan.

Pada 2017 keluarga Yoovidhya menduduki posisi ke 22 orang terkaya di Asia. Jumlah hartanya mencapai US$ 13,1 miliar atau setara dengan Rp 189,95 triliun (kurs Rp 14.500).

Kemudian di Thailand keluarga ini menduduki posisi orang terkaya nomor empat dari daftar 50 orang terkaya Thailand 50.

(kil/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com