Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 09 Jan 2019 07:54 WIB

Cerita Sukses

Jatuh Bangun Keluarga Imigran Yahudi jadi Terkaya di Asia

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Michael Kadoorie. Foto: Dok. Forbes Michael Kadoorie. Foto: Dok. Forbes
Jakarta - Kesuksesan tidak selalu diraih di tanah kelahiran, namun bisa di tempat rantau. Hal tersebut berlaku pula pada Keluarga Kadoorie yang merupakan imigran Yahudi, Irak.

Mengutip Forbes, Selasa (8/1/2019), Keluarga Kadoorie menempati posisi ke-23 keluarga terkaya di Asia. Kekayaan bersih di tahun 2017 mencapai US$ 11 miliar atau setara Rp 159,5 triliun (kurs Rp 14.500).

Kekayaan Keluarga Kadoorie berasal dari CLP Holding yang memasok 80% listrik di Hong Kong. Bisnis ini dibangun oleh Sir Elly Kadoorie, dan kini teruskan oleh cucunya Michael.

Kesuksesan Keluarga Kadoorie tak diraih secara instan. Bisnis keluarga tersebut dimulai sejak tahun 1900-an.

Mulanya, Sir Elly Kadoorie bersama kakak laki-lakinya Ellis tiba di Hong Kong pada tahun 1880-an. Tiba di Hong Kong, mereka bekerja dengan diaspora Yahudi dari Irak.

Kemudian, kakak beradik ini membentuk broker yang memungkinkan mereka memiliki saham di hotel, perbankan, dan pembangkit listrik. Ellis meninggal pada 1922, sehingga bisnis keluarga dilanjutkan Elly.


Selanjutnya, Elly membeli sebidang tanah yang luas di dekat Mong Kok pada tahun 1931. Nilai pembelian itu setara HK$ 326.000 atau sekitar US$ 200.000. Lahan yang dibeli merupakan lahan kosong dengan beberapa pohon di dalamnya.

Kemudian, Elly mengembangkan bisnis properti di wilayah tersebut. Awal bisnis pun bisa dibilang tidak mulus. Dari rumah yang terbangun di 1935, hanya dua rumah yang terjual. Elly pun memutuskan untuk menyewakan propertinya dan terus membangun.

Pada tahun 1941, sebanyak 34 rumah telah dibangun dan dihuni oleh tentara Jepang yang tidak membayar sewa. Saat perang usai, ia mulai kembali membangun rumah, dan rumah tersebut berubah menjadi hunian mewah saat ini.

Perkebunan Kadoories seluas 8 hektar diisi oleh 85 tempat tinggal berdiri sendiri. Serta, 39 apartemen era kolonial.

"Rata-rata sewa rumah-rumah ini adalah sekitar HK$ 100.000 hingga HK$ 200.000 tujuh atau delapan tahun lalu," kata Nick Colfer, seorang direktur dari Kantor Keluarga Kadoorie, Sir Elly Kadoorie & Son Ltd. Saat ini, tarif sewanya mencapai HK$ 300.000.

Sementara, dalam catatan Keluarga Kadorie, pendapatan dari penyewaan properti terus meningkat dari waktu ke waktu.


Pendapatan pertama properti di tahun 1936, sewa bulanannya sebesar HK$ 150 untuk satu hunian. Pada 1969, total pendapatan sewa bulanan mencapai HK$ 177.920 untuk 79 rumah dan 39 apartemen. Kemudian, mencapai HK$ 920.000 untuk 80 rumah dan unit lainnya pada 1975.

Pendapatan Keluarga Kadoorie tidak hanya dari properti. Keluarga tersebut memegang kontrol di CLP Holdings Ltd. Perusahaan ini merupakan pemasok listrik terbesar di Hong Kong.

Selain itu, keluarga ini juga memegang saham di CK Hutchison Holdings Ltd, Hong Kong Aircraft Engineering Co, Tai Ping Carpets International Ltd, dan sebagai operator Grup Peninsula Hotel. (eds/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed