Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 04 Apr 2019 07:34 WIB

Kisah Inspiratif

Kisah Masa Kecil Steve Jobs Sebelum Sukses Ciptakan Apple

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jakarta - Nama Steve Jobs sudah terukir di dalam sejarah dunia. Bagaimana tidak, ia merupakan salah satu pendiri Apple di mana produknya kini dipakai hampir di seluruh belahan dunia.

Steve Jobs seorang tokoh besar. Namun, masa kecilnya sedikit berbeda dengan orang kebanyakan. Ini kisahnya yang sangat inspiratif.

Mengutip Investopedia, Rabu (3/4/2019), Steve Jobs lahir pada 24 Februari 1955. Ia merupakan anak kandung dari pasangan Joanne Carole Schieble dan Abdulfattah Jandali.

Tapi, sejak kecil Steve Jobs tidak tinggal bersama orang tuanya. Ia diadopsi oleh pasangan Paul dan Clara Jobs yang berasal dari kelas pekerja San Francisco, Sunset Distric. Schieble sendiri mulanya tidak suka putranya dibesarkan orang-orang tidak berpendidikan, dan hanya setuju jika mereka berjanji untuk menguliahkan putranya.

Pada tahun 1961, keluarga Jobs pindah ke Mountain View, California. Di rumah yang lebih besar, Paul Jobs kembali ke hobinya untuk membangun kembali mobil dan berbagai keperluan rumah tangga. Steve Jobs muda saat itu juga turut membantu.

Hal itu yang kemudian melatarbelakangi Steve Jobs tertarik pada bidang elektronik, yang ia bagi ke banyak insinyur di lingkungan barunya. Namun, di luar tetangganya yang insinyur itu dia kesulitan mencari teman.

Steve Jobs telah belajar membac asaat kecil. Oleh karena itu, sekolah menurutnya hal yang membosankan hingga akhirnya sering mengalami masalah disiplin dan akademis.

Di usia 13 tahun, Bill Hewlett dari Hewlett Packard menawarkan Steve Jobs pekerjaan musim panas untuk menyusun penghitungan frekuensi. Pada musim gugur berikutnya, Jobs mulai belajar di Homestead High School di mana ia bertemu Steve Wozniak, jagoan elektronik dari sekolah tersebut.

Singkat cerita, pada tahun 1972, Steve Wozniak membangun papan sirkuit dengan versi sendiri dari video game Pong, yang dia berikan kepada Jobs. Dengan papan sebagai resumenya, Jobs meyakinkan perusahaan Atari Inc untuk memberinya pekerjaan sebagai teknisi, setelah itu ia meninggalkan studinya di Reed College di Oregon.

Setelah meninggalkan Atari dan menghabiskan tujuh bulan mengunjungi ashram dan tempat suci lainnya di India pada tahun 1972, Jobs akhirnya kembali ke perusahaan Atari. Di sana, Steve Jobs bekerja dengan Wozniak untuk mendesain papan sirkuit.


Pada saat yang sama, Wozniak juga mengerjakan apa yang ia sebut 'kotak biru' yang akan memancarkan nada yang tepat untuk mengelabui jaringan telepon agar pengguna panggilan jarak jauh bisa saling akses dengan biaya gratis.

Bersama Wozniak, Jobs akhirnya menyelesaikan komputer Apple I pada tahun 1976. Jobs pun segera menyarankan agar mereka mencoba untuk menjualnya.

Bersama dengan temannya Ronald Wayne, mereka akhirnya membentuk Apple Computer di garasi rumah Jobs di Los Altos, California. Komputer-komputer Apple pada saat awal tentu jauh dari mesin Apple yang rapi seperti yang kita kenal sekarang.

Gambaran Apple I saat itu adalah sebagai papan sirkuit dengan chip di atasnya, satu set TV DuMont, satu set kaset Panasonic dan satu keyboard.

Wayne kemudian meninggalkan Apple, sementara Daniel Kottke, teman Jobs dari Reed College dan petualangannya di India bergabung dengan perusahaan. Dengan produk dan visi, ketiganya siap memulai produksi.


Kesulitan yang mereka dapatkan saat awal adalah modal, sehingga mereka menghabiskan waktu berjam-jam untuk menelepon calon investor. Mereka menerima putaran awal pendanaan dari Mike Markkula, seorang manajer pemasaran dan insinyur produk Intel Corp.

Siapa sangka, perusahaan yang mereka rintis dari sebuah garasi kini menjadi salah satu perusahaan teknologi ternama di dunia. Komputer Mac, pemutar musik iPod, ponsel iPhone, dan tablet iPad, adalah contoh kesuksesan produk Apple. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed