Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 12 Apr 2019 22:43 WIB

Darmin: Masa Saya Mengarahkan Pak Mendag Kaya Trump Pakai Twitter

Hendra Kusuma - detikFinance
Menko Perekonomian Darmin Nasution/Foto: Rengga Sancaya Menko Perekonomian Darmin Nasution/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengaku bukan sosok yang sering memberikan arahan kepada pejabat negara sekelas menteri atau kepala lembaga lewat media sosial. Pernyataan ini disampaikan Darmin saat menjawab pertanyaan wartawan apakah akan memberi arahan terhadap Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita soal impor bawang putih.

Sebelumnya Mendag mengatakan tidak ada rencana impor bawang putih karena stok di gudang-gudang importir masih banyak. Pernyataan Mendag ini bertolak belakang dengan keputusan rapat koordinasi (rakor) di Kementerian Koordinator Perekonomian beberapa waktu lalu. Dalam rakor yang dipimpin Darmin itu diputuskan Perum Bulog mengimpor bawang putih 100.000 ton untuk menekan harga bawang putih yang saat ini Rp 45.000/kg.

Nah, menurut Darmin dirinya bukan tipikal Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang banyak memberikan keputusan pemerintah lewat Twitter.

"Masa saya mengarahkan Pak Mendag (Menteri Perdagangan) kaya Donald Trump pakai Twitter," kata Darmin di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Menurut Darmin, keputusan adanya rencana impor bawang putih pun setelah pihaknya mengundang secara resmi kementerian/lembaga saat rapat koordinasi (rakor).


"Nanti itu kalau kita mau pengarahan kita pasti undang dia, bukan Donald Trump ini," tutur mantan Gubernur Bank Indonesia itu.

Donald Trump dikenal sebagai pemimpin yang sering memutuskan suatu persoalan lewat Twitter. Bahkan, dirinya pernah memecat Menteri Luar Negeri (Menlu) Rex Tillerson lewat akun Twitternya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan tak akan ada impor bawang putih dalam waktu dekat. Padahal, dalam rakor baru-baru ini Perum Bulog ditugaskan mengimpor 100 ribu ton bawang putih.

Salah satu alasan pembatalan, kata Enggar karena stok bawang dinyatakan masih cukup.

"Belum ada rencana untuk impor bawang. Stok kita masih banyak. Saya juga sudah meminta kepada para importir untuk membuka gudangnya untuk mengeluarkan stoknya. jadi saat ini bukan dalam kondisi emergency," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat berkunjung ke Karawang, Minggu sore (7/4/2019).

(hek/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com