Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 23 Apr 2019 07:48 WIB

Kisah Inspiratifcharles

Kisah Masa Kecil Charles Koch, Orang Super Kaya dari Bisnis Warisan

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Charles Koch. Foto: Dok. Forbes Charles Koch. Foto: Dok. Forbes
Jakarta -

Charles Koch, bisa dibilang salah satu orang terkaya di bumi. Bagaimana tidak, dia merupakan pimpinan sekaligus pemilik perusahaan raksasa kedua di Amerika Serikat (AS) Koch Industries.

Forbes mencatat, Charles berada di urutan 11 orang terkaya di dunia dengan kekayaan bersih US$ 52,1 miliar atau setara Rp 729,4 triliun (kurs Rp 14.000).

Meski terbilang super kaya, kehidupan masa kecilnya tak sebahagia anak-anak kecil pada umumnya. Ia dididik bekerja keras sejak kecil.

Charles merupakan putra kedua dari pasangan Mary dan Fred Chase Koch. Charles lahir pada 1 November 1935. Saat berusia 5 tahun, Charles memiliki dua saudara David dan Bill.

Ayah Charles, Fred Koch dikenal sebagai orang penuntut. Ia ambisius dan tegas, serta memiliki harapan besar untuk anak-anaknya. Fred hidup dalam ketakutan tentang apa yang mungkin dilakukan orang kaya dan hak istimewa bagi mereka.

Meski aman secara finansial, Fred menyuruh anak-anaknya keluar di musim panas maupun musim dingin untuk menggali parit, memotong rumput, memerah susu, dan lainnya. Padahal, anak-anak yang lain sedang asyik bermain.

Tak ada waktu luang dalam keluarga Koch. Fred Koch sendiri tidak membeli televisi hingga tahun 1950-an.

Charles masuk ke sekolah asrama di usia 11 tahun. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke beberapa jenjang studi.


Pada tahun 1960, Chales menyelesaikan studinya di Massachusetts Institute of Technology. Sejumlah gelar ia terima, yakni Bachelor of Science dan bidang teknik umum dan Master of Science di bidang teknik kimia serta mekanik.

Sejalan dengan itu, bisnis keluarganya juga terus berkembang. Perusahaan dengan nama Wood River Oil and Refining Company kemudian mengakuisisi kilang Rock Island, Oklahoma. Pada 1946, perusahaan berganti nama menjadi Rock Island Oil & Refining Company.

Di sisi lain, Charles yang telah menyelesaikan studinya bekerja di Arthur D Little Inc, sebuah perusahaan konsultan manajemen internasional berbasis di Boston. Ia hanya dua tahun di perusahaan itu karena diminta ayahnya untuk mengurus bisnis keluarga.

Charles awalnya ditunjuk sebagai wakil presiden untuk bagian teknik. Lalu, ia dipromosikan menjadi presiden di bagian teknik.


Sebelum meninggal di tahun 1967, Fred menunjuk Charles sebagai pimpinan perusahaan di tahun 1966. Pada saat itu, pendapatan perusahaan keluarga sebesar US$ 180 juta.

Charles pun bergerak cepat mengembangkan bisnis keluarga. Di tahun selanjutnya, ia mengubah nama perusahaan keluarga menjadi Koch Industries.

Setelah itu, perusahaan melakukan sejumlah ekspansi dengan melakukan pembelian saham sejumlah perusahaan dan kilang. Tak hanya itu, ia juga giat mendiversifikasi lini bisnis dari real estat hingga batu bara. Sehingga, bisnisnya menjadi raksasa seperti sekarang.

(fdl/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed