Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 31 Jul 2019 09:57 WIB

Kisah Inspiratif

Jeff Broin, Petani Gagal yang Jadi Bos Biofuel Terbesar di Dunia

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
FOKUS BERITA Sukses dan Kaya Raya
Jakarta - Penggunaan biofuel sebagai bahan bakar kini sedang menjadi tren. Karena banyak masyarakat sadar untuk menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan.

Dalam hidup Jeff Broin, biofuel adalah berkah bagi ia dan keluarganya. Karena biofuel telah mengantarkannya sebagai bos perusahaan biofuel terbesar di dunia.

Perjalanan karir Broin memang tak mudah, saat ia berusia 22 tahun, kala itu ia baru lulus dari bangku kuliah dan merintis karir di industri perbankan.

Orang tuanya saat itu sedang mengalami kesulitan, pasalnya lahan pertanian sang ayah terdampak turunnya harga jagung ke level terendah.

"Waktu saya remaja, tahun 1980an, ada krisis pertanian yang melanda Amerika Serikat (AS) yang menyebabkan harga jagung jatuh sejatuh jatuhnya," kenang Broin dikutip dari CNN, Rabu (30/7/2019).

Dia mengungkapkan, saat itu pemerintah memberi dana ke petani untuk menyisakan 20% lahan yang tak lagi digunakan.

Ia dan ayahnya berupaya untuk menyelamatkan lahan tersebut, mereka akhirnya menanam jenis tanaman produktif dan sang ayah mencari perlatan yang lebih canggih. "Saat itu pula ada sejumlah pabrik etanol yang gulung tikar, karena memang awal industri ini tak berjalan mulus," jelasnya.

Akhirnya, pada 1987 Broin menghadiri lelang pabrik etanol di Skotlandia. Sang ayah yang ikut serta, ternyata sudah menggadaikan lahan pertanian keluarga seluas 1.200 hektar dan membeli seluruh pabrik seharga US$ 72.000.


Broin mengatakan, dari pabrik-pabrik tersebut dibutuhkan banyak pekerjaan dan ia mampu menangkap peluang tersebut. "Butuh 8 bulan untuk renovasi, saat ini saya pernah tinggal di dalam pabrik dan kami menyelesaikan dalam waktu kurang dari 1 tahun," imbuh dia.

Kini, pabrik yang dimiliki Broin dan ayahnya mampu memproduksi satu juta galon etanol setiap tahunnya. "Kami meningkatkan produksi pabrik dalam tiga tahun dan kemudian berupaya untuk terus menambahnya," ujarnya.

Pada 2007, Broin mengganti nama pabrik menjadi POET. Nama ini ia pilih karena lebih mudah diingat dan berbeda dari yang lain. Kini Poet merupakan produsen biofuel terbesar di dunia dengan pendapatan US$ 8 miliar setiap tahunnya.

Perusahaan yang bermarkas di Sioux Falls, South Dakota ini mengoperasikan 28 kilang di 7 negara bagian dan memproduksi lebih dari dua miliar galon bahan bakar nabati setiap tahunnya.

Broin menceritakan, perusahaan yang ia rintis dengan ayahnya dulu memulai dengan 13 orang karyawan. Namun kini sudah mencapai 2.000 karyawan. Selain etanol, POET juga memproduksi 600 juta pon minyak jagung dan 10 miliar pon minyak dari biji-bijian setiap tahunnya.

"Pabrik pertama kami merupakan motivasi yang besar, jika saya gagal saat itu maka kami juga akan kehilangan lahan pertanian kami," kata dia. Setelah sukses dengan perusahaan biofuelnya, sang ayah kembali mengelola pertanian keluarga yang dulu sempat digadaikan.

Saat pertama kali mengoperasikan pabrik di Skotlandia, tujuan utama Broin adalah menghidupi keluarganya. Namun kini tujuan Broin berubah, ia ingin menyelamatkan dunia dengan produksi bahan bakar ramah lingkungan ini.



Simak Video "Menyentuh! Pengamen Biola Tunanetra Ini Santuni Anak Yatim"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/fdl)
FOKUS BERITA Sukses dan Kaya Raya
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com