Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 19 Agu 2019 09:39 WIB

Kisah Inspiratif

Donald Bren, Raja Properti AS yang Gemar Bagi-bagi Duit

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Dok. Forbes Foto: Dok. Forbes
FOKUS BERITA Sukses dan Kaya Raya
Jakarta -
Donald Bren sekarang dikenal sebagai pengembang kaya raya di Amerika Serikat (AS). Pria berusia 87 tahun ini semasa kecilnya selalu juara kelas.

Donald Bren sekarang tinggal di Newport Beach, California AS bersama keluarganya. Dia dan istrinya dikaruniai tujuh orang anak. Mengutip Forbes, Senin (19/8/2019), Donald Bren saat ini memiliki harta US$ 16,4 miliar atau sekitar Rp 229,6 triliun.

Kisahnya dimulai dari aksi mengakuisisi perusahaan pengembang properti pada 1970-an. Bren bersama sejumlah investor membeli perusahaan investasi real estat di California bernama Irvine Company. Perusahaan itu didirikan pada 1864 oleh James Irvine yang terkenal sebagai bandar lahan pertanian.

Dalam dua dekade pertama, Bren berhasil menjadi pemegang saham tunggal di Irvine Company setelah membeli saham yang dipegang oleh rekan-rekannya.

Di bawah kepemimpinannya, Bren mampu menjadikan Irvine Company sebagai raksasa properti dengan nilai miliaran dolar. Jangkauan Irvine Company sektor perumahan, kantor, dan ritel di seluruh California.

Pada saat itu, diperkirakan Bren memiliki kekayaan US$ 15,2 miliar, dan menjadikan dirinya sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Pada Desember 2017, Forbes menempatkannya sebagai pengembang real estat terkaya di AS.

Bren juga membangun reputasi dengan kedermawanannya. Tercatat selama hidupnya, dia telah menyumbangkan hartanya lebih dari US$ 1,5 miliar. Bahkan dirinya masuk sebagai salah satu dari 50 orang paling dermawan di AS oleh Business Week.

Kehidupan Awal

Lahir pada tahun 1932, Bren tumbuh di lingkungan yang sudah kaya. Ayahnya, Milton Bren, adalah seorang produser film Hollywood keturunan Yahudi. Ibu Bren, Marion Jorgensen yang merupakan cucu seorang pemilik pabrikan roda kereta api Irlandia yang sukses. Dia juga teman dekat Ronald dan Nancy Reagan.

Orang tua Bren bercerai ketika dia berusia 16 tahun. Namun, kedua orang tua Bren tetap hidup rukun untuk merawat anak-anaknya. Bren dan adik laki-lakinya didaftarkan di sekolah umum. Dirinya pun diharuskan bekerja selama liburan sekolah dan membantu ayahnya memperbaiki properti sewaannya.

Pada tahun 1956, Bren lulus dengan gelar sarjana bisnis dari University of Washington. Dia membiayai kuliahnya dengan dana sendiri dan mendapatkan beasiswa. Pada tahun yang sama, Bren ditempatkan di Kejuaraan Ski Alpine Nasional. Dia kemudian mendaftar untuk bergabung dengan tim ski Olimpiade AS. Tetapi dia tidak dapat berpartisipasi setelah mengalami cedera dalam suatu kecelakaan. Setelah lulus, Bren bertugas sebagai perwira di Korps Marinir selama tiga tahun.

Awal Karir

Karier Bren dalam bisnis dimulai pada tahun 1958 ketika ia mendirikan Bren Company, sebuah perusahaan pengembangan properti yang membangun rumah di Orange County, California. Pengembangan pertamanya adalah rumah kecil di Lido Isle, sebuah pulau buatan di lepas pantai Newport Beach.

Dia membiayai pembangunan dengan pinjaman sebesar US$ 10.000 dari Bank of America. Pada awal 1960-an, Bren sedang mendesain master-plan pinggiran kota. Pada saat itu, proyek terbesarnya adalah pembangunan kota seluas 10.000 hektar di Mission Viejo, California.

Pada tahun 1970, International Paper Co., perusahaan pulp dan kertas terbesar di dunia mengakuisisi Bren Company sebesar US$ 34 juta. Dua tahun kemudian resesi melanda California. Hal ini mengakibatkan penurunan dramatis dalam nilai properti, dan itu memberi Bren kesempatan untuk membeli kembali perusahaannya dari International Paper dengan harga yang jauh lebih murah daripada harga jualnya. Dia akhirnya mengakuisisi perusahaan sebesar US$ 22 juta.
Pengambilalihan Irvine

Pada tahun 1977, sebuah peternakan seluas 185 mil persegi yang dikenal sebagai Peternakan Irvine dijual. Properti ini pernah dimiliki oleh James Irvine I, seorang pria kelahiran Skotlandia, tetapi kepemilikan dialihkan ke organisasi nirlaba setelah kematiannya pada tahun 1886.

Banyak perusahaan berkantung tebal menyatakan minatnya untuk membeli peternakan. Salah satu perusahaan tersebut adalah Mobil Corp, yang kemudian bergabung dengan Exxon. Bren juga tertarik untuk mengambil alih properti itu, tetapi uang yang ia hasilkan dari penjualan awal perusahaannya tidak cukup.

Untuk mendapatkan peternakan, Bren bermitra dengan almarhum A. Alfred Taubman, yang merupakan pengembang pusat perbelanjaan terkemuka. Bren dan Taubman berhasil mendapatkan pinjaman multi-juta dolar dari beberapa bank. Mereka berhasil mengakuisisi Irvine Company, perusahaan induk yang memiliki Irvine Ranch, dengan tawaran US$ 337,4 juta.

Taubman kemudian menjual sebagian sahamnya kepada beberapa teman dekatnya. Beberapa dari mereka adalah tokoh ikon dalam bisnis Amerika, termasuk Henry Ford II, Milton Petrie, Max Fisher dan Herbert Allen Sr.

Meskipun pemegang saham Irvine Company terbesar, Bren ingin memiliki kendali atas seluruh bisnis. Tidak lama setelah akuisisi, ia meminjam US$ 560 juta dan dengan cepat membeli pemegang saham lainnya. Pada tahun 1996, Bren menjadi pemegang saham tunggal.

Selama hampir empat dekade, Perusahaan Irvine telah mengembangkan banyak properti residensial dan komersial. Saat ini perusahaan memiliki 500 gedung perkantoran, 41 pusat ritel, 130 komunitas apartemen, lima marina, tiga hotel, dan tiga lapangan golf di Orange County. Juga, perusahaan Irvine telah berjanji untuk melindungi lebih dari setengah Peternakan Irvine sebagai hutan belantara dan cagar rekreasi.


Simak Video "Inspiratif! Dari Tugas Skripsi Menjadi Bisnis Produk Kulit"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/eds)
FOKUS BERITA Sukses dan Kaya Raya
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com