Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 20 Agu 2019 09:33 WIB

Kisah Inspiratif

Perusahaan AS Pertama yang Sukses Ekspor Beras ke China

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Dok. Sun Valley Rice Foto: Dok. Sun Valley Rice
FOKUS BERITA Sukses dan Kaya Raya
Jakarta - Meski situasi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China memanas, namun sebuah perusahaan beras di California baru saja menjalin kerja sama dengan Negeri Tirai Bambu. Juli lalu, Sun Valley Rice memenangkan kontrak dagang dengan importir di China, menjadikannya produsen beras AS pertama yang mengekspor beras ke China.

Mengutip CNN, Selasa (20/8/2019), awalnya pada tahun 2018 lalu AS dan China mencapai kesepakatan untuk melegalkan ekspor beras AS ke China. Alhasil, lebih dari 24 perusahaan AS disetujui untuk mengekspor beras ke China. Tapi Sun Valley adalah yang pertama kali membuat kesepakatan dan membuka jalan, beras AS masuk ke China.

"Sangat sulit untuk masuk ke China, selama bertahun-tahun kami menjual beras ilegal di sana," kata Betsy Ward, presiden USA Rice, sebuah asosiasi perdagangan nasional AS.

Sun Valley sendiri merupakan perusahaan milik keluarga di Sacramento, California yang dibentuk oleh Ken LaGrande, dengan ayahnya Michael LaGrande pada tahun 2000. Awalnya, Ken dan ayahnya, mengidentifikasi permintaan pasar yang terus meningkat akan beras bermutu tinggi dan khusus sushi.

Akhirnya muncullah Sun Valley Rice. Mereka telah mencoba masuk ke pasar China selama hampir 15 tahun.

"Kami juga melakukan perjalanan secara teratur ke China untuk meneliti pasar. Kami menghadiri pameran dagang dan juga bertemu para pemain industri. Itu adalah komitmen yang kami buat sebagai sebuah keluarga untuk bertahan, jadi ketika kesempatan terbuka, kami siap," ungkap Ken.



Ken menjelaskan bahwa hasil bumi di California cocok dengan lidah orang Asia. Beras yang dihasilkan sering digunakan untuk makanan di China, Jepang, dan Korea. Menurutnya, hal itu terjadi karena daerah tanam padi di California dilintasi garis lintang yang sama dengan negara di Asia Timur.

"Jadi kita semua menanam jenis beras yang sama populer dalam masakan China, Jepang dan Korea," kata LaGrande.

Sun Valley tercatat menjual 250 juta pon setara dengan 113.398.092 kg (1 pon = 0.454 kg) beras, di bawah setengah lusin varietas setiap tahun. Dimulai pada musim gugur, perusahaan akan mengekspor sekitar 88 ribu pon beras Calrose ke Shenzhen Yintuo, anak perusahaan dari Dragon Ocean Hing Group, di China.

Keluarga LaGrande sendiri telah memproduksi beras di Lembah Sacramento sejak tahun 1920-an, dimulai dengan kakek buyutnya Ken.

"Dia mengakui bahwa iklim, persediaan tanah dan air di wilayah ini adalah keseimbangan yang tepat untuk berhasil menanam padi," kata Ken.

Selama beberapa dekade, keluarga ini mengintegrasikan aspek-aspek lain dari produksi beras ke dalam bisnis, seperti pengeringan dan penggilingan. Akhirnya, perusahaan pun berkembang dan menjadi LaGrande Family Foods Group, termasuk bertani, menanam padi dan penggilingan sake (minuman fermentasi). Sun Valley Rice sendiri merupakan bagian dari LaGrande Family Foods Group.

LaGrande mengatakan pihaknya sangat memperhatikan risiko bisnis yang terlibat dengan memasuki pasar baru itu. Misalnya saat Sun Valley mengekspor berasnya ke Uni Eropa, saat itu negosiasi perdagangan yang sedang berlangsung dengan AS-Eropa telah menghasilkan tarif tambahan untuk beras.

Dalam memasuki pasar baru memunculkan beragam tambahan protokol dan birokrasi. Alhasil, Ken dan pihaknya harus berurusan dengan birokrasi.

"Kita harus berurusan dengan inspektur. Bagaimana jika kargo kita diikat di pabean sebagai bagian dari proses inspeksi? Kita harus siap untuk itu," katanya.

Industri beras AS juga sebetulnya dinilai mengalami gangguan perdagangan. Hal itu terjadi karena aturan yang dirancang untuk melindungi manusia, hewan, dan tanaman dari penyakit atau kontaminasi.

"Ini tidak harus didasarkan pada sains yang sehat, tetapi lebih bersifat politis," kata Presiden USA Rice, Besty Ward.

"Meskipun kami senang bahwa penjualan ini dilakukan, dan kami berharap ini akan berhasil, selalu ada risiko bahwa penjualan di masa depan dapat terganggu. Itu adalah nama permainan dalam perdagangan beras," lanjutnya.

Namun, Ken berharap dengan masuknya Sun Valley Rice ke China dapat membuka pintu bagi merek beras Amerika lainnya.

"Kami memiliki penjualan pertama. Tapi kami sangat berharap akan ada permintaan yang kuat untuk beras Amerika di China, dan itu memungkinkan, pada gilirannya, lebih banyak peluang bagi petani di California," kata Ken.



Simak Video "Beras Bulog Terancam Busuk, Buwas Akan Jadikan Ethanol"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
FOKUS BERITA Sukses dan Kaya Raya
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com