Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 05 Mar 2020 12:45 WIB

Perjalanan Ahok, dari Gubernur hingga Calon Pimpinan Ibu Kota Baru

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku Panggil Saya BTP di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020). Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Sosok Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok memang menarik untuk diulas. Terlebih, mengenai perjalanan karirnya hingga akhirnya ia masuk menjadi salah satu kandidat Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur.

Dalam catatan detikcom, karir Ahok bisa dibilang cemerlang saat ini menduduki kursi nomor 1 di DKI Jakarta atau menjadi Gubernur pada tahun 2014. Kala itu, menggantikan posisi Joko Widodo (Jokowi) yang terpilih menjadi Presiden.

Menjabat sampai tahun 2017, banyak warisan yang ditinggalkan Ahok. Dari pembangunan infrastruktur tanpa utang seperti Simpang Susun Semanggi hingga pembentukan tim oranye untuk urusan bersih-bersih.

Ahok sendiri berniat untuk melanjutkan kursi kepemimpinannya. Namun, ia kalah dalam Pilkada 2017 dari lawannya Anies Baswedan. Apesnya lagi, ia mesti masuk jeruji penjara karena kasus penodaan agama. Ia divonis selama 2 tahun dan keluar di awal tahun 2019.

Masuk penjara tak lantas membuat karir Ahok terhenti. Karirnya kembali bersinar lantaran ia ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

Sebelum ditunjuk, Menteri BUMN Erick Thohir memanggilnya pada 13 November 2019. Saat itu, Erick memintanya untuk memimpin salah satu BUMN.

"Intinya kita bicara soal BUMN dan saya mau dilibatkan menjadi salah satu (peringgi) BUMN. Gitu aja. Jabatannya apa BUMN mana saya nggak tahu, mesti tanya ke pak menteri. Itu aja sih," ujar Ahok di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat

Perjalanan jadi Komisaris Pertamina tak mulus. Buka halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com