Perjalanan Ahok, dari Gubernur hingga Calon Pimpinan Ibu Kota Baru

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 05 Mar 2020 12:45 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku Panggil Saya BTP di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).
Foto: Rifkianto Nugroho

Belum resmi menjabat, ia ditolak oleh serikat pekerja. Ahok ditolak karena dianggap sebagai sosok yang membuat keributan.

Meski begitu, Ahok banyak mendapat pembelaan. Salah satu pejabat yang terang-terangan membela Ahok ialah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Pada tanggal 25 November 2019, Ahok resmi menjabat Komisaris Utama lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Ia menggantikan Komisaris Utama sebelumnya Tanri Abeng.

Dalam posisinya itu, Ahok tak habis-habisnya menarik perhatian. Bagaimana tidak, ia mendorong kebijakan transparansi di Pertamina. Melalui akun resmi Twitternya @basuki_btp, ia mengatakan, masyarakat bisa ikut memantau langsung data impor bahan bakar minyak (BBM). Masyarakat bisa memantau data itu melalui laman resmi perseroan di www.pertamina.com.

"Mulai hari ini, akses Informasi operasional PT Pertamina (Persero) terkait pengadaan Crude, LPG dan BBM termasuk status kapal charter sudah dapat diakses melalui website resmi perseroan di www.pertamina.com," tulis Ahok dalam unggahannya.

Bukan Ahok namanya jika tidak bikin heboh. Baru beberapa bulan menjabat Komisaris Utama, namanya kini disebut sebagai salah satu kandidat Kepala Badan Otorita IKN. Ia bersaing dengan beberapa nama lain.

Cerita lengkapnya ada di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3