In Memoriam Lily Soeryadjaya (2)

Mengikat Loyalitas Pegawai Astra dengan Roti

Sudrajat - detikFinance
Rabu, 30 Jun 2021 08:45 WIB
Lily dan William Soeryadjaya
Foto: Dok. Repro buku William Soeryadjya, Kejayaan dan Kejatuhannya
Jakarta -

Dalam soal berbagi, Lily Soeryadjaya dan suaminya, William Soeryadjaya memang amat serasi. Keduanya tak cuma punya empati atau kepekaan terhadap mereka yang kurang beruntung, juga dianugerahi keringanan tangan untuk memberi. Ada banyak cerita dan kesaksian tentang kemurahan hati William dan Lily.

Lily Soeryadjaya memanfaatkan hobi sekaligus kemahirannya memasak dengan menjalankan bisnis katering. Setiap Senin-Jumat, dia biasa mengirim menu makan siang untuk William.

Juga bagi segenap jajaran direksi dan karyawan PT Astra dan perusahaan lain di lingkungan Grup Astra. Di kediamannya yang jembar di Jalan Sutan Sjahrir - Menteng, setidaknya ada 10 juru masak yang ikut membantunya di dapur.

Jusuf Kalla adalah sahabat sekaligus mitra bisnis yang kerap dikirimi kue dan makanan oleh Lily. Bersahabat sejak awal 1970, mereka biasa saling berkunjung. "Saya masih menjalin silaturahmi dengan berkunjung ke rumahnya, begitu pula sebaliknya. Istrinya (Lily) masih terus mengirimi kami kue," ujar Kalla dalam buku Inspirasi Astra untuk Bangsa.

Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir atau yang akrab disapa Boy Thohir juga punya kenangan manis terhadap Lily. Setiap Lebaran, Boy selalu mendapat kiriman kue kastengel kesukaannya dari perempuan yang biasa disapanya Oma Lily itu.

"Lebaran yang lalu Oma masih sempat mengirim kue keju kastengel kesukaan saya. Begitulah figur Oma Lily yang selalu penuh perhatian kepada kami-kami," ucapnya kepada detikcom.

Lain lagi dengan mantan eksekutif di Astra International yang menangani bidang SDM. Pada 1987 dia mengaku batal hijrah ke perusahaan lain dengan iming-iming gaji lebih besar dan fasilitas mobil gegara teringat kebaikan Lily.

Selama bekerja di Astra, si manajer mengaku pernah beberapa kali ikut makan siang bersama Lily. Juga mendapat hadiah roti perkawinan, mempersiapkan mobil pengantin, dan hadir di gereja.

"Belum tentu di perusahaan baru kau dikenal sama yang empunya dan istri si empunya. Apalagi ingat akan apel dan cokelat buat daku," kata istri si manajer saat dia mengutarakan niat keluar dari Astra.

"Sabar saja, di sini kau bisa berkarya bagi manusia dan Tuhan," istrinya kembali mengingatkan seperti ditulis dalam artikel bertajuk, "Menjiwai Walau Bukan Memiliki Lagi: William Soeryadjaya dan Astra Group", pada 9 November 2020.

(jat/ara)