Inspiratif! Besar di Tempat Kumuh, Pria Ini Jadi Pengusaha Berharta Rp 840 M

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 03 Agu 2021 08:26 WIB
Mohnish Pabrai
Foto: Dok. Twitter
Jakarta -

Pernah berada di tengah-tengah lingkungan kumuh India menjadi pelajaran penting bagi seorang pengusaha, Mohnish Pabrai. Dari situ, memiliki motivasi untuk menjadi sukses.

Pabrai memang beruntung tumbuh di Mumbai, India dan bisa menuntut ilmu di sekolahan elit. Hanya saja, tak jauh dari lokasinya merupakan wilayah kumuh.

Selama tiga tahun sekolah, ia harus mencium aroma yang tak sedap. Serta, pemandangan yang kurang mengenakkan.

Kehidupannya selama di sana pun meninggalkan kesan yang mendalam agar ia bisa memperbaiki kondisi tersebut.

Tahun 1983, Prabai mendapat kesempatan untuk melanjutkan sekolah di jurusan teknik komputer, Universitas Clemson, California Selatan, Amerika Serikat. Ia lulus dengan predikat cum laude dan kemudian bekerja di Tellabs, sebuah perusahaan telekomunikasi.

Beberapa tahun bekerja, ia pun memutuskan untuk membangun perusahaan konsutan IT di tahun 1991 dengan nama TransTech. Perusahaan tersebut ia bangun dengan modal US$ 70 ribu. Selanjutnya, perusahaan tersebut ia jual seharga US$ 20 juta di tahun 2000.

Di tahun 1999, Pabrai telah mendirikan perusahaan investasi Pabrai Investment Funds. Perusahaannya sukses besar di mana dengan ekuitas jangka panjang mampu mengembalikan akumulasi bersih hingga 517% kepada investor.

Perusahaan itu pun menggungguli S&P 500. Padahal, awalnya perusahaan itu awalnya hanya mengelola dana sebesar US$ 1 juta. Di tahun 2013, dana kelolaannya melonjak sampai US$ 500 juta.

Dikutip dari Investopedia, Pabrai mengungkap rahasia yang membuatnya sukses. Hal itu ia tulis dalam bukunya berjudul 'Mosaic'.

Dalam bukunya, ia bercerita kesuksesannya ia peroleh dari metode investasi yang diajarkan salah satu investor tersukses di dunia Warren Buffett.

Kemudian, di buku selanjutnya berjudul 'Investor Dhandho' Pabrai menguraikan lebih rinci bagaimana kesuksesan tersebut ia peroleh dari beraninya mengambil banyak risiko.

"Yang menahan investor dari kesuksesan adalah ego mereka dan dibutuhkan tindakan untuk mengambil lebih banyak risiko," ungkap dia.

Tak begitu saja melupakan kondisi kemiskinan di negaranya, ia juga membangun Yayasan Dakshana di tahun 2005. Ia bersama istrinya membantu mengubah masyarakat yang tinggal di daerah kumuh menjadi seorang jutawan.

Hal itu dilakukan dengan menjalankan organisasi nirlaba bersama masyarakat setempat. Yayasan tersebut ibarat sebagai tempat mendaur ulang kemiskinan di negaranya.

Di tahun 2013, Pabrai tercatat memiliki kekayaan sebesar US$ 60 juta atau sekitar Rp 840 miliar (asumsi kurs Rp 14.000).

Tonton juga Video: Curhat Pengusaha Empon-empon di Boyolali: Omzet Turun Imbas PPKM

[Gambas:Video 20detik]




(acd/zlf)