Alhilal, Sang Penakluk Senayan

Alhilal, Sang Penakluk Senayan

- detikFinance
Selasa, 25 Apr 2006 14:08 WIB
Jakarta - Siapa nyana Komisaris Utama PLN Alhilal Hamdi yang "bermuka serius" itu ternyata jago aerobik. Lapangan Senayan pun sering ditaklukkannya. Wuih...!Yup! Pria berkacamata yang baru sehari menyandang jabatan barunya itu ternyata penggila aerobik jalan cepat. Seminggu tiga kali, Alhilal (bukan Al Hilal seperti disebut sebelumnya) didampingi dengan istri dan ibu mertua tercintanya mengitari lapangan Senayan."Saya rutin seminggu tiga kali, Selasa, Kamis, Sabtu pukul 5.30 pagi. Saya ikut klub aerobik di dokter Sadoso, Senayan," tutur pria yang biasa disapa Hilal ini dalam perbincangannya dengan wartawan di lantai 3, Gedung Kementerian BUMN, Jalan Dr Wahidin, Jakarta, Selasa (25/4/2005).Hilal yang mengenakan batik coklat itu terlihat sangat sumringah. Di sela perbincangan santai itu, telepon genggam merek Nokia Communicator miliknya kerap kali berdering dan mendapat pesan singkat.Isinya? Ucapan Selamat! Maklumlah, mantan Menakertrans ini kan baru kemarin dilantik sebagai Komisaris Utama PLN menggantikan Andung Nitimihardja.Nah, kembali ke olahraga jalan cepat. Hilal mengaku setiap kali datang, langsung mengitari lapangan Senayan hingga 6 kali atau setara dengan 6 km. Untuk satu kali putaran, Hilal hanya perlu waktu sekitar 8-9 menit."Saya lakukan itu untuk menjaga stamina saya dan zona detak jantung, karena saya kan sekarang sudah 52 tahun. Itu zonanya sudah di 124-136 beat per menitnya. Saya di kisaran itu sekitar 128 beat," ungkapnya sambil tersenyum ramah.Tak lupa, Hilal pun menyelipkan saran agar setiap orang termasuk kaum ibu agar selalu berolahraga. "Apalagi yang sudah tua untuk menghindari osteoporosis," ujarnya sambil tergelak.Dalam perbincangannya itu, Hilal juga mengungkapkan kekagumannya pada seorang anak muda Papua bernama Beki Natalis Pike. "Dia baru tamat dan menulis buku mengenai sejarah perjuangan politik Papua," jelasnya.Kekaguman Hilal pada penulis muda inilah yang membuatnya tergerak untuk menarik pemuda itu menjadi staf ahlinya di Depnakertrans."Katanya dia butuh pekerjaan. Akhirnya saya tarik dia jadi staf saya di Depnakertrans, jadi semacam tenaga ahli. Masih muda, pinter dan produktif, banyak nulis di banyak tempat. Saya pikir dia paling maju di antara anak Papua," puji Hilal. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads