Doa Emirsyah di Dalam Kabah
Senin, 01 Mei 2006 13:13 WIB
Madinah - Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar merasakan sesuatu yang luar biasa saat berada di Kabah. Ia pun tak lupa memanjatkan doa khusus untuk dua hal yang sangat dicintainya. "Luar biasa. Mimpi pun tidak pernah," curhat Emirsyah kepada wartawan detikcom Budiono Darsono di atas pesawat kepresidenan Airbus A-330 Garuda Indonesia dalam penerbangan dari Madinah ke Kuwait, Sabtu (29/4/2006).Siapa orang yang sangat beruntung didoakan oleh Emirsyah? "Urutan doa saya di dalam Kabah, pertama untuk keluarga, kedua baru untuk Garuda," imbuhnya."Urutan kedua doa untuk Garuda. Agar Garuda bisa segera menyelesaikan masalah yang ada dan Garuda segera terbang menjadi perusahaan yang makin sehat," tutur pria yang biasa disapa Emir ini dengan wajah yang cerah.Pria kelahiran Jakarta, 28 Juni 1959 ini tercatat sebagai salah satu rombongan Presiden SBY saat menunaikan ibadah Umroh di Mekah, Kamis (27/4) lalu. Emir mengawal langsung tim Garuda Indonesia yang menerbangkan Presiden SBY dalam lawatannya ke Timur Tengah."Saya sudah dua kali berhaji dan lebih dari enam kali Umroh, namun baru kali ini bisa memasuki Kabah," tutur Emir dengan wajah berbinar-binar saat menceritakan berkah yang baru saja dijalaninya itu.Bagi Emir, memasuki Kabah sepertinya sebuah kesempatan sekali untuk seumur hidup. Lantaran itulah, Ia menumpahkan segala puji syukur dan doa di dalam Kabah. "Saya berdoa dalam bahasa Indonesia," tutur Emir.Sebelum berdoa, Emir melakukan sholat 2 rakaat di 4 penjuru Kabah. "Sebelumnya saya sudah minta wejangan ke Menteri Agama. Jika bisa masuk Kabah disarankan melakukan sholat 2 rakaat di 4 penjuru kabah," tambah mantan Dirut Bank Danamon ini.Ingin memasuki Kabah Lagi? "Insya Allah kalau ada kesempatan," jawab Emir sembari tersenyum.
(qom/)











































